SUARA GARUT - Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), terdiri dari beberapa subtes, meliputi kebangsaan, negara hingga Pancasila.
Jenis soal TWK ini merupakan bagian dari SKD yang tidak kalah penting dalam memastikan lolos Sekolah Kedinasan (Sekdin).
Pemahaman kita tentang sejarah bangsa, budaya, dan hasa merupakan subtes kebangsaan dalam menjawab TWK.
Pelamar juga wajib memiliki pemahaman terkait sistem pemerintahan, dan negara serta hukum, dan hak asasi manusia.
Selain itu, wawasan tentang konsep dan prinsip dasar Pancasila, juga bagian yang perlu dipelajari agar lancar menjawab TWK.
Soal dalam TWK, berjumlah tiga puluh soal, dengan nilai tertingginya adalah 150, sedangkan nilai ambang batas untuk TWk adalah 65.
Sedangkan dalam Tes Intelegensia (TIU), meliputi logika, analitis, numerik, dan spasial.
Pelamar wajib menjawab soal SKD untuk jenis tes TIU tersebut.
Tes Logika, mengukur kemampuan dalam memahami hubungan antar konsep dan mengidentifikasi pola.
Baca Juga: Jadi Hari Libur Nasional, Apa Itu Kenaikan Isa Almasih?
Kemampuan pemecahan masalah, secara analitis dan rasional juga menjadi bagian dari jenis tes TIU.
Sementara itu, penyelesaian masalah, dibutuhkan pemahaman konsep mateamtika yang jitu agar mampu menajawab soal ini.
Memahami hubungan spasial, dan mengidentifikasi pola gambar atau bentuk, akan disajikan dalam soal jenis Spasial di TIU.
Pelamar akan mengerjakan sola sebanyak 35 butir, dengan nilai tertinggi 175, dan ambang batasnya adalah 80.
Pelamar Sekdin, soal SKD terdiri dari 110 soal, dan diberikan waktu 100 menit untuk mengerjakanya.
Sesuai KepmenpanRB, nilai komulatif tertinggi SKD adalah 550, sedangkan terendahnya 28.
Dengan demikian jika pelamar Sekdin mampu memenuhi nilai ambang batas, maka akan dinyatakan lolos, dan siap menghadapi Seleksi Kemampuan Bidang (SKB). (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Garuda Calling! Bek Kendal Tornado FC Youth Davin Armadheni Dipanggil Seleksi Timnas U-20
-
Jelang Lawan Skotlandia, Ancelotti Ungkap Kabar Bahagia Soal Neymar, Apa Itu?
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Dapur SPPG Ketaon Boyolali Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp21 Juta
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Rekomendasi Genset 500 Watt yang Bisa Dipakai di Rumah, Solusi saat Pemadaman Listrik
-
Lebih dari Sekadar Pertandingan: Ketika Euforia Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Generasi Urban
-
5 Face Wash Anti-Aging untuk Kurangi Kerutan Usia 40 Tahun agar Wajah Tampak Muda
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?