SUARA GARUT - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh membicarakan soal hubungannya dengan Presiden Jokowi.
Keduanya disebut-sebut tidak lagi sejalan usai Nasdem mengusung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden 2024.
Saat ini hubungan Jokowi dengan Surya Paloh berada di titik terendah. Namun hal itu dianggap baik oleh Paloh ketimbang harus minus.
Sederet pernyataan tentang hubungan dengan Jokowi disampaikan Paloh usai bertemu dengan Luhut Binsar Panjaitan.
Surya Paloh angkat bicara soal dirinya yang tidak diundang Jokowi dalam pertemuan para Ketua Parpol Pro Pemerintah.
Ia lantas menyebut jika presiden mungkin sudah tidak mau lagi menganggap Partai Nasdeng berada di koalisi pemerintah.
"Saya bisa pahami itu tidak Diundang pasti Pak Jokowi menempatkan diri sebagai pemimpin koalisi partai-partai pemerintahan," kata Surya Paloh menyindir.
"Beliau tidak menganggap Nasdem di dalam koalisi pemerintahan untuk sementara," ungkap Surya Paloh kepada wartawan.
Namun Surya Paloh mengaku, bahwa Partai Nasdem tetap bakal berkomitmen dengan pemerintah.
Baca Juga: PSMS Tak Setuju Liga 2 Baru Start November
"Pak Jokowi sudah jawab bahwa saya tidak diundang sama beliau. Namun tetap nah sedang berkomitmen dengan pemerintahan," katanya.
Surya Palo juga mengakui hubungannya dengan Jokowi saat ini sedang tidak baik-baik saja
Menurutnya hal itu berada di titik terendah namun lebih baik ketimbang tergolong minus.
"Sebab kalau minus kategori tersebut sulit untuk kembali akur. Ia mengaku khawatir dan berharap hubungannya dengan Jokowi tidak sampai ke titik minus," ucapnya.
Menurutnya tingkat rendah tidak masalah karena suatu hari nanti bisa naik kembali. Berbeda dengan minus yang akan membuat keduanya susah berdamai.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Bank Sumsel Babel Kian Agresif Perluas Akses Keuangan bagi Masyarakat Daerah
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
Cek Fakta: Benarkah Megawati Sebut Guru Honorer Sampah Negara? Ini Fakta Sebenarnya
-
Kesaksian Korban Selamat: Lokomotif Argo Bromo Tembus Gerbong Belakang CommuterLine di Bekasi
-
Detik-detik KRL Ditabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur, Penumpang: Kami Langsung Dievakuasi
-
6 Fakta Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Rusak Parah
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
Awal Mula Tabrakan Maut KRL vs KA Jarak Jauh di Bekasi: Dipicu Mobil Mogok di Perlintasan