SUARA GARUT - Mantan Kepala BKN era 1999-2000, Prof Sofian Efendi menyebutkan, Singapura dan Norwegia menjadi public service ASN paling terbaik di dunia.
Kata Prof Sopian Efendi yang juga dosen di Universitas Gajah Mada menuturkan negara yang public service ASN nya paling baik di dunia, 70 persen pegawainya berstatus PPPK.
Dengan tujuan itu, dia menggagas terbentuknya PPPK dalam mengisi profesi ASN di Indonesia.
"Kontrak goverment employee yang public servernya itu hanya 25-30 persen," ungkap Prof Sopian.
Prof Sopian berharap yang dilakukan Singapura dapat dijadikan sebagai standar dalam pemerintahan di Indonesia.
"Di kita tenaga guru dan kesehatan paling sesuai menempati posisi ASN PPPK, karena langsung berhadapan dengan public, atau menjadi pelayan public, yang butuh cepat mendapatkan pelayanan," katanya.
Sementara posisi PNS menurut Prof Sopian, lebih menjalankan tugas-tugas administrasi pemerintahan.
"Meski begitu tenaga-tenaga ahlinya di dalam pemerintahan bisa juga oleh PPPK," kata Prof Sopian Efendi saat dipantau garut.suara.com dari perbincangan talk show BKN yang ditayangkan YouTube.
Menjadikan PPPK dengan Visi ASN kelas dunia, harus diimbangi dengan kompensasi gaji yang lebih besar, bahkan harus lebih tinggi dari gaji seorang pegawai swasta.
Baca Juga: Merdu Banget, Doyoung NCT Nyanyikan Beautiful Day, OST Drama Dr. Romantic 3
"Yang paling efektif adalah kompensasi gaji, remunerasi dan tunjangan harus lebih tinggi dari swasta, seperti yang dilakukan Singapura," cetusnya.
ASN itu bukan hanya tentang kepegawaian kata Prof Sopian, tetapi tentang profesi, semua yang bekerja dituntut profesional.
"Itu aja masih banyak yang nggak paham tentang tujuan dibentuknya PPPK," tandasnya.
Saat ini menurut Prof Sopian sudah jauh dari tujuan.
"Bagaimana kita membuat PPPK Indonesia menjadi ASN kelas dunia, yang lebih cepat mobilitasnya, lebih tinggi, lebih adaptif dengan perubahan-perubahan," ujarnya.
Ide membentuk PPPK, merupakan salah satu track cepat, yang dicari adalah kompetensi dan kualitas untuk seorang calon pegawai pemerintahan,imbuhnya.
Berita Terkait
-
Mesti Ekstra Sabar, Gaji PPPK di Garut Belum Jelas Kapan akan Cair, Begini Penjelasan Pihak Bank
-
Kepala BKN Sekaligus Dosen UGM Sebut, Pengangkatan ASN PPPK, Bukan Penampungan yang Gagal Tes, Begini Katanya
-
Humas BKN Umumkan Ribuan Peserta Seleksi ASN PPPK, Mengundurkan Diri, Meski DRH NI PPPK Sedang Berproses, Kenapa Ya?
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
KPK Plototi Dana Pokir DPRD Kabupaten Bogor, Sekda: Jangan Sampai Bermasalah Hukum
-
Di Tengah Badai Kritik, Arne Slot Konfirmasi Dirinya Tetap Latih Liverpool Musim Depan
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
Juri LCC Empat Pilar Kalbar Berpihak? Ini Penjelasan Sekjen MPR RI
-
Kim Da Mi, Lee Chung Ah, dan Jo Ah Ram Jadi Pembunuh di The Obedient Killer
-
Asap Ngebul di Ruang Rapat DPRD Jember: Bupati Kaget, BK Tak Berdaya Karena Aturan
-
Membaca Petualangan Pedagang Rempah: Sisi Gelap Kolonial di Indonesia Timur
-
Tren Femisida Seksual Meningkat di 2025: Korban Didominasi Perempuan Muda hingga Anak
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
BTS Resmi Gabung Madonna dan Shakira Tampil di Final Piala Dunia FIFA 2026