SUARA GARUT - Ban biasa dan ban tubeless adalah dua jenis ban yang digunakan pada kendaraan bermotor.
Ban biasa atau ban dalam digunakan dalam kombinasi dengan ban biasa (non-tubeless) untuk membentuk sistem ban dalam ban.
Ban dalam berbentuk tabung karet yang diisi dengan udara dan ditempatkan di dalam ban luar.
Ban dalam memiliki peran utama untuk menyimpan udara dan menjaga tekanan ban agar tetap stabil.
Jika ban luar bocor atau kempes, ban dalam masih akan mempertahankan udara, sehingga pengemudi masih dapat melanjutkan perjalanan dengan kecepatan rendah.
Namun, ban dalam lebih rentan terhadap pecah atau kempes akibat tusukan atau kerusakan pada ban luar.
Sedangkan ban tubeless tidak memerlukan ban dalam karena ban tubeless dirancang untuk menahan udara sendiri.
Ban ini memiliki dinding samping yang lebih kaku dan dihubungkan dengan pelek kendaraan untuk menciptakan segel udara yang lebih baik.
Ban tubeless lebih tahan terhadap tusukan dan kerusakan kecil pada permukaan ban.
Baca Juga: 9.833 KPM di 26 kecamatan Sumedang Telah Terima Bansos Sembako dan PKH
Jika ban tubeless bocor, kehilangan udara akan lebih lambat daripada ban dalam, tetapi pengemudi masih perlu segera mengatasi masalah tersebut.
Perbedaan antara ban dalam dan ban tubeless meliputi:
1. Keamanan
Ban tubeless cenderung lebih aman karena tidak ada ban dalam yang bisa pecah atau kempes tiba-tiba.
Namun, ban tubeless juga dapat kehilangan udara secara perlahan jika terjadi tusukan.
2. Kinerja
Ban tubeless memberikan kestabilan lebih baik dalam pengendalian dan memberikan perlawanan gulungan yang lebih rendah, yang dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Ban dalam cenderung lebih fleksibel dan dapat memberikan kenyamanan berkendara yang lebih baik.
3. Perawatan
Ban dalam memerlukan perawatan lebih intensif karena perlu memeriksa tekanan ban dalam secara teratur.
Ban tubeless lebih mudah dipelihara, tetapi jika terjadi kerusakan, perbaikannya mungkin lebih mahal.
4. Perbaikan darurat
Ban dalam memberikan keuntungan dalam perbaikan darurat karena ban dalam masih menyimpan udara meskipun ban luar bocor atau kempes.
Dalam kasus ban tubeless, jika ada tusukan atau kerusakan pada ban, biasanya diperlukan perbaikan atau penggantian segera.
Pemilihan antara ban dalam dan ban tubeless tergantung pada preferensi pribadi, jenis kendaraan, dan lingkungan penggunaan.
Banyak kendaraan modern saat ini sudah menggunakan ban tubeless, tetapi ada beberapa kendaraan klasik atau khusus yang masih menggunakan ban dalam. (*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
3 Rekomendasi Makanan Pembuka Buka Puasa Agar Tubuh Tak Syok
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Dari Era 800-an, Ratusan Golok Dipamerkan di Bogor Menuju Warisan Dunia UNESCO
-
Polisi Bongkar Penyelundupan Ganja 15,5 Kg dari Jakarta Hingga Pamulang
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Kasus Pengoplosan Elpiji 3 Kilogram di Bangka Terungkap, Bagaimana Pengawasan Distribusinya?
-
Meriah! Warga Cipadung Sukaresmi Gelar Turnamen Bulutangkis Gendongan Unik
-
CEK FAKTA: Purbaya Laporkan Puan Terkait Korupsi Uang Ratusan Triliun, Benarkah?
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama