SUARA GARUT - Mendapat jawaban yang tidak memuaskan guru lulus passing grade (PG), di Kabupaten Lampung Selatan berebcana menggelar aksi unjukrasa, pada Senin, (22/05/2023).
Pantauan garut.suara.com dari halaman JPNN, Senin, (22/05/2023) puku; 06.20 WIB, aksi tersebut digelar setelah sebelumnya sempat dibatalkan lantaran Bupati Nanang Ermanto, mau menerima guru lulusan PG.
Namun para guru lulusan PG tersebut mengaku tidak puas dengan jawaban orang nomor satu di Lampung selatan (Lamsel) tersebut.
Berawal dari ketidak puasan jawaban Bupati Nanang Ermanto, guru lulus PG meminta penjelasan Kemendikbudristek hingga Komisi X DPR RI beberapa waktu lalu.
Mereka meminta penjelasan yang rinci, terkait formasi PPPK guru 2023.
"Inpo dari Kemendikbudristek, dan Komisi X DPR Ri sudah mendapat titik terang, makin jelas semuanya," kata Koordinator wilayah guru lulus passing grade PPPK Lamsel, Fulkan Gaviri kepada JPNN, Minggu,(21/05/2023).
Menurut Fulkan, tuntutan mereka tetap sama, meminta agar 727 guru yang sudah lulus passing grade tanpa formasi untuk diangkat ASN PPPK 2023.
Mereka meyakini anggaran untuk membayar gaji dan tunjangan sebanyak itu sudah tersedia dari Dana Alokasi Umum (DAU).
Pemkab kata Fulkan tidak ada alasan, takut mengusulkan formasi, karena masalah trasferan gaji, dan tunjangan PPPK yang dinilai belum jelas, hal tersebut sudah dijawab Komisi X DPR RI.
Baca Juga: Kalahkan BLACKPINK, FIFTY FIFTY Raih Jumlah Pendengar Terbanyak di Spotify
Saat ini permasalahanya justru malah ada di Pemkab Lamsel, tutur Fulkan, apakah mau serius atau tidak menyelesaikan sisa guru lulus PG di Lamsel.
"Intinya Pemda mau serius atau tidak, menuntaskan sisa guru lulus PG di Lamsel," katanya, dikutip dari JPNN.
Fulkan menjelaskan berdasarkan keterangan Kemendikbudristek, Lamsel hanya mengajukan 120 formasi, padahal kebutuhanya banyak.
Oleh sebab itu, harapanya meminta Pemkab dapat mengangkat seluruh guru yang sudah lulus passing grade, menjadi ASN PPPK. (*)
Berita Terkait
-
Tiga Penyebab 68,709 Formasi ASN PPPK Guru 2022 Kemendikbudristek Tidak Terserap, Begini Strategi Prof. Nunuk Suryani
-
Khawatir DAU Tidak di Trasfer ke Daerah, 607 Guru lulus Passing Grade di Lamsel Terancam Batal Jadi ASN PPPK, Fulkan Gaviri Bilangnya Begini
-
Sebanyak 4 Orang ASN PPPK Guru Garut Memasuki BUP, Begini Cara PGPPPK Perjuangkan JHT, dari Taspen
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman