SUARA GARUT - Anies Baswedan, dalam pidatonya pada acara Milad PKS yang diadakan di Istora Senayan, Sabtu (20/05/2023), menyampaikan sindiran terhadap praktik Market Player yang juga berperan sebagai regulator.
Anies mengutip isi buku "Why Nations Fail" dan menegaskan pentingnya menjaga independensi dan transparansi dalam pemerintahan.
Dalam pidatonya yang dihadiri oleh para pendukungnya dan koalisi partai PKS, Nasdem, serta Demokrat yang mengusungnya sebagai calon presiden pada pemilu tahun 2024, Anies Baswedan menyoroti masalah konflik kepentingan yang dapat terjadi ketika seorang individu berperan ganda sebagai Market Player (pelaku pasar) sekaligus Regulator (pengatur pasar).
"Jangan sampai ada Market Player sekaligus Regulator di negeri ini. Itu akan membuka peluang terjadinya penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakadilan yang dapat merugikan masyarakat secara keseluruhan," katanya
Sindiran yang disampaikan oleh Anies Baswedan merujuk pada peran penting yang harus dimiliki oleh pemerintah dan badan regulator dalam menjaga transparansi, keadilan, dan stabilitas pasar.
Kekuasaan yang berlebihan dan tidak terkendali dalam tangan individu atau kelompok tertentu dapat mengancam keberlanjutan dan keadilan ekonomi.
Pidato ini juga mencerminkan pandangan Anies Baswedan terhadap pentingnya menjaga independensi institusi, termasuk regulator, dari campur tangan kepentingan ekonomi dan politik.
Anies juga menegaskan bahwa keberhasilan suatu bangsa bergantung pada kualitas institusi dan kebijakan yang mendorong keterbukaan dan keadilan.
"Negara yang inklusif adalah negara yang tidak baperan, negara yang membuka ruang kepada kritik," katanya. (*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Terlalu Kocak, Benedictus Siregar Bikin Fatih Unru Sulit Fokus Syuting Gudang Merica