SUARA GARUT - Anggota Komisi X DPR Ri Muhammad Nur Purnamasidi, menyarankan agar permasalahan guru PPPK diambil alih pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Nur Purnamasidi, merespon ketidakjelasan formasi guru PPPK yang ada didaerah.
Menurut Muhammad Nur Purnamasidi, sejauh ini formasi guru PPPK terutama periode 2021-2023, dinilainya kurang maksimal.
Muhammad Nur Purnamasidi mengatakan harus ada kesimpulan terkait penyelesaian masalah formasi guru PPPK, sejak 2021 sampai dengan 2023.
"Kita tarik permasalahan itu ke Jakarta, dan diselesaikan pusat, baru kita berbicara soal rekrutmen yang baru lagi." kata Nur Purnamasidi saat mengikuti RDP Komisi X DPR Ri dengan Menteri Nadim Makarim di Gedug NUsantara II dipantau garut.suara.com dari chanel YoTube DPR RI, pada Rabu,(24/05/2023).
Politisi Fraksi Partai Golkar itu menegaskan, seleksi PPPK guru harus segera diselesaikan sesegera mungkin.
Hal tersebut perlu dilakukan, agar tidak ada kekhawatiran bagi calon PPPK guru lainya.
Dia menekankan agar semua persoalan guru PPPK dapat segera dituntaskan dan tidak berlarut-larut.
Nur Purnamasidi mencontohkan dapat dimulai dari persoalan seleksi, dan formasi pada tahun 2021 hingga 2023 ini.
Baca Juga: Mario Dandy dan Shane Lukas Segera Disidang, Kubu David Ozora: Sampai Bertemu di Pengadilan!
Jangan dulu membahas lowongan yang akan datang sementara sisa seleksi PPPK guru tahun 2021 sampai 2022 saja masih meninggalkan pekerjaan rumah (PR).
Terlebih kata dia, ada penambahan kebutuhan sebanyak 600 ribuan lahi, disaat permasalahan yang lain belum tuntas.
Dia mengingatkan jangan sampai permasalahan formasi guru PPPK tersebut malah menjadi warisan untuk pemerintahan yang akan datang.
"Jadi sekali lagi saya tegaskan permasalahan formasi guru PPPK 2021-2023, ditarik dan diselesaikan oleh pemerintah pusat sebelum waktu pemerintah sekarang ini berakhir," pungkasnya. (*)
Berita Terkait
-
Komisi X DPR RI Gelar RDP Penuntasan Guru Honorer, Menteri Nadim Beberkan Tiga Pilar Solusi Permanen, Poin Dua Bikin Sekolah Happy
-
TPP Belum Juga Cair, Ridwan Kamil Ditagih Janji oleh Guru PPPK Sebelum Purnabakti
-
Ribuan Guru PPPK Se-Jabar Belum Terima TPP, Kadisdik Belum Bisa Pastikan Apa-apa, Kok Bisa?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga