SUARA GARUT - Keberadaan Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut semakin dirasakan manfaatnya terutama oleh Pemkab Garut untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Usai revitalisasi, fasilitas wisata di situ yang memiliki sejarah panjang dan melegenda itu oleh pemerintah pusat, kondisinya makin kinclong dan pengunjung pun makin membludak. Diprediksi peningkatan volume pengunjung makin berlipat-lipat.
Namun Pemkab Garut tak berdaya hanya sekedar untuk membersihkan eceng gondok yang kini menutupi 50 persen permukaan air situ yang luasnya 100 hektare lebih itu.
"Jelaslah pengutamaan destinasi wisata Bagendit ini kan air. Jadi jika airnya jelek, airnya tidak ada, ya tidak ada wisata," tandas Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Kadisparbud) Kabupaten Garut, Agus Ismail, ditemui saat pembersihan Eceng Gondok Situ Bagendit Jumat, 27 Mei 2023.
Kadis yang biasa disapa Agis itu meyakinkan, kewenangan normalisasi air Situ Bagendit sepenuhnya berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
"Makanya kita dengan BBWS bersepakat untuk menormalisasi airnya, karena memang air itu merupakan kewenangan BBWS. Kita itu hanya punya daerahnya, kita hanya memanfaatkan side effect dari pada keberadaan air ini," katanya.
Ia berharap air situ yang memiliki nilai ekonomis tinggi yang telah lama dimanfaatkan kepentingan dinasnya itu, bersih dari gulma untuk lebih meningkatkan wisatanya.
"Tadi seperti arahan pak Wakil Bupati (Helmi Budiman) kita akan berkoordinasi, berkolaborasi dengan masyarakat, dengan pengusaha. Karena kan nanti ketika ini berjalan, multi efeknya masyarakat juga terangkat ekonominya," katanya.
Lagi lagi pihaknya juga akan mengusulkan adanya pengerukan kepada BBWS agar ketinggian airnya bisa optimal, untuk mendukung berjalannya bisnis wisatanya.
Baca Juga: Dewi Perssik Sambat ke Istri Aldi Taher Gegara 'Digoda' di TV: Bojomu Kumat
Selain dieksploitasi untuk sektor wisata, Bagendit juga dimanfaatkan untuk pengairan pertanian dan perikanan yang dikelola oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut.
Pertanyaannya, mengapa untuk sekedar mengenyahkan si ganggang air eceng gondok, Pemkab Garut harus membebankan ke BBWS saja? (*)
Editor: Firman
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi