SUARA GARUT - Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) 2 yang berada di Jalan Guntur, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, tak akan diberikan kepada Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Garut, sekalipun ketuanya istri Bupati Garut, Diah Kurniasari.
Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana.
"Untuk Gedung PKL 2 memang ada permohonan dari KORMI, tapi sampai hari ini tidak kita berikan, karena kita juga masih ada kepentingan yang lain. Jadi tidak benar kalau itu dipegang oleh KORMI," ucap Nurdin, Rabu, 7 Juni 2023.
Nurdin menuturkan, gedung yang disebutkan Bupati Garut, Rudy Gunawan banyak ditemukan kondom bekas pakai dan alat suntik itu, tidak bisa diserahkan kepada KORMI dengan alasan normatif.
"Ya berdasarkan ketentuan normatif itu tidak mungkin diberikan, karena itu konteksnya untuk pengembangan ekonomi. Itu yang menjadi dasar kita gedung itu tidak bisa diberikan untuk hal lain," katanya.
Untuk Gedung PKL 1 yang lokasinya juga berada di Jalan Guntur, namun masuk ke wilayah Kelurahan Sukamenteri, Kecamatan Garut Kota itu, Nurdin membenarkan akan dijadikan rumah produksi bersama oleh Dinas Koperasi dan UKM.
"Insya Allah itu kita akan jadikan rumah produksi bersama. Kita dapat bantuan dari Kemenkop, kita akan ubah peruntukannya dan diubah bentuknya sekarang dalam proses," jelasnya.
Disebutkannya, alih fungsi peruntukan dari tempat berjualan para PKL menjadi rumah produksi bersama itu tidak melanggar aturan.
"Awalnya memang penguasaannya diberikan untuk PKL, tapi ketika sudah berlalu penetapannya kita cabut, karena faktanya mereka tidak mau ke sana," katanya.
Baca Juga: Diperiksa Kasus Korupsi, KPK Cecar Ayah Menpora Dito Ariotedjo Soal Ini
Alasan kedua, jumlah kios yang ada di Gedung PKL 1 dan 2 itu ada 283. Sedangkan jumlah PKL pada awal diresmikan terdapat sekitar 600an, sehingga mereka tak mau menempati gedung tersebut.
"Jumlahnya 283 kios, karena waktu itu settingnya untuk menarik masyarakat mau masuk ke sana, tapi nyatanya PKL juga tak mau masuk ke situ," katanya.
Ia menjelaskan, setelah Gedung PKL 1 nanti dialih fungsi menjadi rumah produksi bersama, akan ditempatkan alat berat untuk produksi packing dan lain lain. Diharapkan juga akan ada edukasi bagi para pengusaha. (*)
Editor: Firman
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi
-
Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat
-
Alternatif Bubble Wrap, Bisakah Honeycomb Paper Wrap Menyelamatkan Masa Depan Belanja Online?
-
Dibongkar Tasya Farasya, Produk Rp100 Ribuan Ini Mirip Foundation Estee Lauder
-
"Bara Sang Pengarang", Novel Fantasi Misteri Sarat Makna
-
Bupati Pandeglang Tuai Kontroversi Usai Lantik Tersangka Kasus Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli
-
Cekcok dengan Istri, Pria di Toba Bakar Rumah Mertua hingga Ludes
-
Arsenal Kalah di Final UCL, Martin Keown Desak Arteta Belanja di Posisi Ini
-
Jembatan Danau Bingkuang Arah Pekanbaru ke Bangkinang Ditutup
-
Suzuki Jimny Versi Mini Meluncur, Harga Cuma Rp200 Jutaan