SUARA GARUT - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia baru-baru ini telah merilisi daftar 10 provinsi tertinggi kasus penyakit kelamin sifilis tahun 2022.
Sifilis atau lebih dikenal sebagai penyakit raja singa merupakan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum akibat penyimpangan aktivitas seksual.
Menurut Kemenkes, kasus penyakit sifilis di Indonesia tahun 2022 meningkat sebesar 70 persen lebih tinggi dari tahun 2018 yaitu menjadi 20.783 kasus.
Kenaikan rata-rata sebanyak 17 ribu hingga 20 ribu kasus setiap tahunnya.
Dilansir dari situs databoks, urutan pertama penyakit sifilis ditempati oleh Provinsi Papua sebanyak 3.864 kasus. Sebanyak 2.373 orang telah menjalani pengobatan.
Jawa Barat ternyata menempati peringkat kedua nasional kasus raja singa ini.
Jumlah kasus raja singa di Jawa Barat sebanyak 3.186 kasus positif sifilis atau raja singa.
Dari angkat tersebut baru 1500 orang yang menjalani pengobatan.
Peringkat selanjutnya masing-masing ditempati oleh DKI Jakarta 1897 kasus, Papua Barat 1816, Bali 1300, Banten 1145, Jawa Timur 1003, Sumatera Utara 770, Jawa Tengah 708, dan Provinsi Maluku 594 kasus.
Dari kasus sifilis tersebut sebanyak 63 persen didominasi oleh kelompok usia 25-49 tahun, kelompok 20-24 sebanyak 23 persen, dan usia 15-19 tahun sebanyak 6 persen.
Baca Juga: Hapus Nama Antonio Dedola, Lolly Dituding Tengah 'Jilat' Nikita Mirzani untuk Bayari Sekolah
Juru bicara Kemenkes, dr Muhammad Syahril seperti dikutip situs kemenkes.go.id menyatakan presentase pengobatan penyakir sifilis masih rendah.
"Rendahnya pengobatan karena adanya stigma dan rasa malu," ujar dr Syahril.
Sementara dalam kesempatan lain, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merespon data kasus sifilis di Jawa Barat.
Menurutnya upaya tindakan pencegahan dini di masyarakat sampai tingkat kecamatan dan screening ibu hamil
Selain itu, pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini meminta masyarakat Jawa Barat khususnya untuk meningkatkan pola hidup sehat dengan mengurangi interaksi yang mendorong menyebarkan penyakit kelamin tersebut. (*)
Editor: Firman
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit
-
Mind Corner di Liga Universitas 2026, Ruang Menyadari Pentingnya Kesehatan Mental dan Perdamaian
-
Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'