SUARA GARUT - Mulan Jameela yang kini tercatat sebagai Anggota Praksi Partai Gerindra di DPR RI, ternyata selalu manjadi sorotan warga net.
Saat Mulan Jameela terpilih menjadi Anggota DPR RI dari daerah Pemilihan (Dapil) Jabar XI, warga net saai itu ramai memperbincangkan dirinya.
Mulan Jameela saat itu dijuluki sebagai perebut kursi orang (Perekor), hingga pendidikan terakhir Mulan Jameela tuai kontroversi.
Perjalanan Mulan Jameela mendapatkan kursi DPR RI, saat Pemilu 2019 lalu itu memang dinilai tidak mudah.
Mulan Jameela sempat didemo hingga mendapat julukan Perekor, usai dirinya ditetapkan menjadi anggota DPR RI kala itu.
Seolah tak hentinya warga net memperbincangkan Mulan Jameela, hingga pendidikan terakhirnyapun menuai kontroversi.
Sebelum dilantik menjadi Anggota DPR RI 2019 silam, sempat terjadi kisruh di tubuh Gerindra karena dituding sebagai perekor.
Hal tersebut terjadi lantaran dirinya mendapat kursi DPR dengan menggantikan koleganya yang batal terpilih jadi anggota Legislatif.
Dihimpun garut.suara.com dari berbagai sumber, Mulan Jameela diisukan menggeser nama Ervin Luthfi dan Fahrul Rozi yang awalnya dinyatakan lolos oleh KPU.
Baca Juga: Mardiono: Sandiaga Uno Resmi Gabung PPP Rabu Pekan Depan
Publik seolah tak henti mencibir Artis papan Atas Ibu Kota Mulan Jameela, saat dirinya dilantik menjadi Anggota DPR 2019 lalu.
Publik menyinggung soal pendidikan Mulan Jameela saat itu hanya lulusan SMA.
Sebelumnya sempat di isukan syarat menjadi Staf Tenaga Ahli DPR minimal S2, sedangkan syarat DPR RI boleh berpendidikan paling rendah SLTA.
Meski begitu, banyak kalangan menyebutkan syarat ijazah SMA sudah cukup untuk menjadi Anggota DPR RI.
Akan tetapi kinerja Mulan Jameela setelah menjadi anggota Dewan, ternyata patut mendapatkan pujian dan apresiasi membanggakan.
Kiprahnya menjadi Anggota DPR dinilai warga Dapil Jabar XI cukup berprestasi dan membanggakan.
Terutama terhadap kampung tanah kelahiranya yaitu Malangbong.
Banyak program Mulan Jameela yang telah diberikan untuk kemajuan warga Malangbong.
Artinya pendidikan terakhir ternyata tidak menjamin seseorang kemudian memiliki prilaku kinerja yang buruk. (*)
Berita Terkait
-
Mulan Jameela Ternyata Pernah Jadi Pengantin di SMAN 1 Malangbong Sebelum Menjadi Istri Ahmad Dhani
-
Dulu Hanya Gadis Penggemar Bubur di Pasar Malangbong Garut, Mulan Jameela Kini Menjelma Jadi Anggota Dewan Bersuami Ahmad Dhani
-
Terungkap! Inilah Kata-kata Misterius di Balik Lagu 'Makhluk Tuhan Paling Seksi'
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Parfum Fres yang Paling Wangi dan Tahan Lama Warna Apa? Ini 3 Varian Favorit dengan Ulasan Positif
-
Selat Hormuz Dibuka Jumat Besok Setelah Amerika Serikat dan Iran Damai
-
Gubernur Khofifah Buka Jambore Perhutanan Sosial di Madiun: Dorong KUPS dan Penguatan Agroforestri
-
Jembatan Serayu Bakal Ditutup, Wakil Ketua DPRD Jateng Ingatkan Pentingnya Sosialisasi
-
Kisah Tragis Pekerja Dapur MBG di Makassar, Tewas di Tangan Suami
-
16 Juni 2026 Libur Apa? Ini Panduan Cuti dari Pemerintah
-
Selamat Tinggal Ragnar Oratmangoen! Angkat Kaki dari Dender, Pulang ke Eredivisie?
-
Kini Nasabah Bisa Pilih 3 Produk Reksa Dana USD Batavia melalui BRImo
-
Piala Dunia 2026: Alasan Yasin Ayari Tak Selebrasi Saat Cetak Gol di Laga Swedia Vs Tunisia
-
Patakbanteng Buktikan Bahwa Pariwisata Berkelanjutan Tidak Harus Korbankan Desa: Bagaimana Caranya?