- Bitcoin mencatatkan kenaikan harga hingga menembus 80.000 dolar AS setelah melonjak tinggi selama tiga bulan terakhir sejak Januari.
- Peningkatan nilai Bitcoin didorong oleh arus masuk dana institusional melalui ETF sebesar 625 juta dolar AS per hari.
- Sentimen global serta ketidakpastian geopolitik memicu investor mencari alternatif lindung nilai melalui aset kripto di tengah volatilitas pasar.
Suara.com - Aset kripto Bitcoin (BTC) mulai melesat tinggi, bahkan mencatatkan posisi tertinggi dalam tiga bulan terakhir sejak Januari. Berdasarkan data Indodax, Bitcoin mulai menembus 80.000 dolar AS.
Kenaikan Bitcoin, ini didorong oleh arus masuk dana institusional yang signifikan melalui ETF Bitcoin, yang tercatat mencapai sekitar 625 juta dolar AS dalam satu hari perdagangan.
Di sisi lain, pergerakan Bitcoin juga dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global yang menguat, termasuk meningkatnya minat terhadap aset berisiko di tengah membaiknya likuiditas pasar kripto yang membaik, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Kondisi ini mendorong investor untuk mencari alternatif aset lindung nilai di luar sistem keuangan tradisional. Penguatan ini turut didukung oleh oleh lonjakan aktivitas pasar, dengan volume perdagangan harian mencapai sekitar 48 miliar dolar AS.
Vice President INDODAX, Antony Kusuma, mgatakan pergerakan Bitcoin saat ini mencerminkan dinamika pasar yang semakin kompleks dan berkembang.
"Bitcoin saat ini berada dalam posisi yang unik karena mendapatkan dorongan dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, ia bergerak mengikuti sentimen pasar global, namun di sisi lain juga mulai dipertimbangkan sebagai alternatif di tengah ketidakpastian geopolitik. Kondisi ini mengindikasikan adanya momentum positif di pasar, namun tetap perlu dianalisis secara cermat dinamika yang terjadi di pasar," ujar Antony di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Selain itu, data pada CoinMarketCap menunjukkan bahwa total aset dalam ETF Bitcoin kini berada di kisaran 105 miliar.
Hal ini mencerminkan meningkatnya partisipasi serta kepercayaan investor institusional yang turut menjadi salah satu faktor penting dalam menopang pergerakan pasar.
Antony menambahkan bahwa momentum penguatan ini mulai mencerminkan kecenderungan tren naik di pasar, meskipun masih berada dalam fase yang perlu dicermati secara hati-hati.
Baca Juga: Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring
Kenaikan harga yang didukung oleh arus dana institusional dan sentimen global menunjukkan bahwa minat terhadap aset kripto, khususnya Bitcoin, masih cukup kuat.
Namun, keberlanjutan momentum ini akan sangat bergantung pada konsistensi likuiditas pasar serta perkembangan faktor eksternal, seperti kondisi makroekonomi dan dinamika geopolitik global.
Oleh karena itu, volatilitas tetap menjadi karakter utama aset kripto yang perlu dipahami investor dalam mengambil keputusan.
Sebagai platform perdagangan aset kripto di Indonesia, Indodax berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Perusahaan juga secara aktif mendorong edukasi melalui berbagai inisiatif, termasuk Indodax Academy, guna membantu investor memahami risiko serta peluang dalam berinvestasi di aset kripto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg
-
Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I
-
BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan
-
Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi
-
Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi
-
Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%
-
Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200
-
Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?
-
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi
-
Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring