- IHSG ditutup menguat 0,36 persen ke level 7.117 pada sesi pertama perdagangan Kamis, 7 Mei 2026 di Jakarta.
- Penguatan pasar saham didorong optimisme perdamaian di Timur Tengah serta penguatan kebijakan nilai tukar oleh Bank Indonesia.
- Investor kini menanti hasil pertemuan antara Presiden Amerika Serikat dan Presiden China yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona hijau pada sesi pertama perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Penguatan IHSG ini seiring membaiknya sentimen global dan domestik yang menopang pergerakan pasar saham.
IHSG pada sesi I naik 25,51 poin atau 0,36 persen ke level 7.117.
Mengutip riset Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan IHSG terjadi bersamaan dengan kenaikan mayoritas bursa saham Asia setelah muncul optimisme terkait peluang berakhirnya konflik di Timur Tengah.
Washington dan Teheran dikabarkan tengah mempertimbangkan proposal baru untuk mengakhiri perang. Amerika Serikat disebut telah mengajukan nota kesepahaman satu halaman dan Iran diperkirakan akan memberikan tanggapan dalam beberapa hari mendatang.
Meski demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap memperingatkan kemungkinan aksi militer kembali dilakukan apabila Iran tidak mematuhi kesepakatan yang diajukan.
"Hingga kini Iran juga belum memberikan tanggapan resmi," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya.
Selain isu geopolitik, perhatian investor global juga mulai tertuju pada agenda pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang setelah Presiden Prabowo Subianto menyetujui tujuh langkah baru Bank Indonesia guna memperkuat nilai tukar rupiah.
Kebijakan tersebut dinilai mampu meningkatkan optimisme pasar di tengah tekanan terhadap rupiah akibat volatilitas global yang masih berlangsung.
Baca Juga: Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi
Untuk rekomendasi saham, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham INCO dengan rekomendasi beli atau buy.
Pilarmas memperkirakan saham INCO memiliki area support dan resistance di kisaran 6.000 hingga 7.000.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan sesi I, sebanyak 24,65 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,30 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,53 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 349 saham bergerak naik, sedangkan 321 saham mengalami penurunan, dan 289 saham tidak mengalami pergerakan.
Pada sesi pertama perdagangan hari ini, sejumlah saham mencatat penguatan signifikan. Saham yang naik paling tinggi antara lain ESIP, KLAS, DEPO, DART, dan NATO.
Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ABDA, WBSA, TPIA, TFCO, dan ASHA.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham
-
IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina
-
Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux
-
Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO
-
Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
-
RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar
-
PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus
-
Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen
-
Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855
-
Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual