SUARA GARUT - Untuk sekedar membuat surat pengantar NA di Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, ternyata dikenakan tarif.
Terkait besaran tarif surat pengantar NA ini disampaikan salahsatu Ketua RW di kelurahan tersebut.
Menurutnya, pihak kantor Kelurahan Karangmulya yang sekarang mematok tarif pembuatan surat pengantar ini antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per pembuatan surat.
"Memang sudah biasa di sini (Kelurahan Karangmulya) ada tips untuk operator di kelurahan. Namun tidak dipatok. Tapi lurah yang sekarang mematoknya antara 100 ribu sampai 150 untuk setiap orang yang membuat surat pengantar NA ini," kata Abas yang merupakan Ketua RW 9 di kelurahan tersebut.
Sembari itu, Lurah Karangmulya Iis Yunia Wardani menyanggahnya bila di kantor kelurahannya mematok tarif untuk pembuatan surat pengantar pembuatan NA.
"Tidak, yang saya tahu di sini (Kelurahan Karangmulya) seikhlasnya saja," kata Iis, saat dikonfirmasi, via chat WhatsApp, Kamis 15 Juni 2023.
Perlu diketahui, untuk melangsungkan pernikahan, ada sejumlah dokumen yang harus dipenuhi. Salah satunya yaitu surat numpang nikah atau NA di Kantor Urusan Agama (KUA).
Surat NA dibuat berkaitan dengan lokasi pernikahan akan digelar.
Jika akad nikah digelar di area domisili calon pengantin wanita, maka calon pengantin pria perlu mengurus surat numpang nikah.
Baca Juga: Anak Jalanan di Kaltim Siap Ditampung Pemerintah dan Dibina
Semetara jika akad nikah digelar bukan digelar di area domisili CPW atau calon pengantin pria (CPP), maka keduanya perlu mengurus surat numpang nikah.
Untuk membuat NA, sebelumnya harus menyiapkan surat pengantar dari RT atau RW. Siapkan fotokopi KK (kartu keluarga), dan fotokopi KTP CPW dan CPP untuk mengajukannya.
Setelah ada pengantar dari RT/RW, buat surat pengantar dari kelurahan. Di kelurahan baru dibuatkan surat pengantar ke KUA dari pemohon izin numpang nikah.
Sebagai catatan, biaya nikah di KUA itu gratis. Namun bila prosesi akad nikah dilakukan di luar KUA, dikenakan biaya Rp 600 ribu.
Syarat ini berdasarkan Peraturan Menteri Agama nomor 20 tahun 2019 tentang Pencatatan Pernikahan.
Sementara untuk tarif pembuatan surat pengantar dari kantor kelurahan belum ada aturannya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara
-
Pengangguran Masih Tinggi di Kabupaten Serang
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
WU The Series Akhirnya Tayang, Intip Sinopsis dan Deretan Bintangnya
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus