/
Jum'at, 30 Juni 2023 | 22:05 WIB
Rudy Gunawan dan Helmi Budiman dua periode menjabat Bupati dan Wakil Bupati Garut tapi belum bisa mengoptimalkan pembangunan.

SUARA GARUT - Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengungkapkan, jika dirinya bersama dr. Helmi Budiman, pada masa periode kedua ini belum merasa maksimal dalam memimpin Kabupaten Garut. 

Salah satunya karena adanya pandemi Covid-19, yang penanganannya membutuhkan anggaran yang cukup besar. 

Rudy mengungkapkan, sebelumnya dirinya bersama dr. Helmi Budiman memiliki cita-cita untuk membangun Kabupaten Garut dengan anggaran yang penuh, di mana pihaknya sudah mengetahui persoalan Kabupaten Garut sejak di periode pertama.

"Di periode kedua kita ternyata tidak bisa berbuat apa-apa karena Covid-19, anggaran tidak bisa dioptimalkan sehingga hasilnya pun tidak bisa maksimal," ucap Rudy Gunawan, di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, belum lama ini.

Rudy mengatakan, bahwa di periode pertama pemerintah daerah sanggup membebaskan lahan untuk jalan sepanjang 27 km. 

Sedangkan di periode kedua, seharusnya pihaknya mampu membangun Kota Garut yang diprediksi memerlukan anggaran sekitar 2 tirilun rupiah untuk membangun Kabupaten Garut.

"Menyisihkan 400 miliar setiap tahun selama 5 tahun membangun Kota Garut. Ada jembatan, karena Garut itu dibatas dengan Sungai Cimanuk tapi jembatannya kurang," ujarnya.

Pada periode kedua pula, kata Rudy, angka kemiskinan di Kabupaten Garut sebelumnya adalah 8,8%, padahal pemerintah daerah memiliki target 6%. 

Namun karena adanya Covid-19, angka kemiskinan pun naik ke angka 10%.

Baca Juga: Video Dewi Perssik Emosi saat Mediasi, Langsung Disholawati Warga

Meski begitu, lanjut Rudy, Pemerintah Kabupaten Garut berhasil menyelamatkan masyarakat Garut dari pandemi Covid-19. 

Ia bersyukur bahwa di sela masa pandemi, pihaknya masih bisa membangun beberapa fasilitas seperti kolam renang akuatik, perbaikan beberapa ruas jalan, perbaikan rumah tidak layak huni, dan beberapa hal lainnya.

"Kami masih mampu untuk memberikan secara konsisten bantuan-bantuan keuangan kepada desa, kepada lembaga-lembaga keagamaan, kepada MUI, di sela-sela kita menghadapi Covid-19," tandasnya.(*)

Load More