SUARA GARUT - Sesuai amanat Presiden Joko Widodo, tidak boleh ada pemutusan hubungan Kerja (PHK) massal terhadap 2,3 juta honorer, Menteri Abdullah Azwar Anas sudah siapkan solusinya.
Solusi terhadap penuntasan honorer tersebut menurut Menteri Anas tengah menjadi pembahasan pemerintah dengan Komisi II DPR RI.
Menteri Anas menyebutkan solusi yang ditawarkan untuk 2,3 juta honorer tersebut yakni diangkat menjadi PPPK paruh waktu.
Pengangkatan honorer menjadi PPPK paruh waktu tersebut tercantum dalam daftar Inventarisir Masalah (DIM) RUU ASN, yang beredar dikalangan honorer.
Dengan adanya kebijakan tersebut, Deputi SDM APratur Negara dan Reformasi Birokrasi PAN-RB Alex Denni berharap jangan ada lagi rekrutmen tenaga honorer.
"Sembari kami amankan yang 2,3 juta non ASN terverifikasi dalam data best BKN, saat ini agar tidak terkenan PHK massal," ungkat Alex Denni.
Meski belum ada keterangan resmi dari pemerintah, soal keputusan final penyelesaian masalah honorer, namun dikalangan honorer sudah beredar soal PPPK paruh waktu.
Salah satu Pembina FHK2 Indonesia tenaga teknis Administrasi Nurbaetih menyesalkan dengan adanya kabar pengangkatan PPPK paruh waktu.
Pasalnya melalui DPR RI pihaknya mengusulkan agar honorer melalui revisi UU ASN dapat diangkat menjadi PNS secara langsung melalui verifkasi dan validasi.
Namun Pemerintah mengusulkan agar hal tersebut diatur dalam ketentuan peralihan, dimana tenaga honorer dan sebutan lainya bisa diseleksi menjadi PPPK paruh waktu.
Dengan bekerja model paruh waktu, Nur Baetih menduga, gajinya akan jauh dubawah PPPK yang ada saat ini.
"Dengan bekerja model paruh waktu, saya kira gaji PPPK paruh waktu tidak sama dengan yang sudah diangkat sebelumnya," pungkasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta