SUARA GARUT - Dari 1,5 juta pelaku usaha ekonomi kreatif yang ada di wilayah Jawa Barat, mampu menyerap 1,8 juta tenaga kerja.
"Ekonomi kreatif itu kan merupakan kegiatan ekonomi yang memiliki arti penting dan kedudukan yang strategis dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat," kata Anggota DPRD Jawa Barat, dari Fraksi PAN, Enjang Tedi, saat melaksanakan penyebarluasan Perda nomor 15 tahun 2017 tentang ekonomi kreatif di Kantor Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jumat 7 Juli 2023.
Menurutnya, ekonomi kreatif itu perlu dikembangkan, karena kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Jawa Barat mencapai Rp 191,3 triliun.
Jumlah itu sekitar 20,73 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi nasional.
Lanjutnya, untuk ekspor ekonomi kreatif Jawa Barat itu mencapai 31,93 persen dari total ekspor nasional 6,8 juta dolar.
"Ekonomi kreatif di Jawa Barat itu disumbang oleh 3 besar sub sektor, yaitu kuliner sebesar 27,1 persen, kuliner 26,4 persen dan fashion 16,7 persen, sub sektor lainnya 29,8 persen. Jadi latar belakangnya perekonomian berdasarkan Pancasila itu perlu ditingkatkan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat yang adil dan makmur," katanya.
Dikatakannya pula, ekonomi kreatif itu bisa memajukan pembangunan dan menciptakan inovasi, kreativitas dan mewujudkan daya saing, mewujudkan pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja.
"Di masa pandemi Covid 19, ekonomi kreatif masih bisa bertahan, UMKM sektor usaha yang sesungguhnya masyarakat masih bisa bertahan," katanya.
Karena lanjut politisi asal Garut itu, peningkatan ekonomi kreatif perlu dukungan dari pemerintah daerah.
Baca Juga: Ribuan WNI Jadi Warga Singapura per Tahun, Efek Minim Lapangan Kerja dan Ekonomi
Ia juga menyampaikan tujuan Perda nomor 15 tahun 2017 ini bertujuan di antaranya mendorong daya saing dan kreativitas pelaku usaha ekonomi kreatif, dengan keragaman dan kualitas industri.
"Juga memberikan landasan hukum bagi Pemda, provinsi dan kabupaten/kota untuk menggerakkan ekonomi kreatif dan mendorong perkembangan ekonomi kreatif, memberikan perlindungan untuk pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya budaya bagi industri kreatif secara keseluruhan," tuturnya.
Ia juga mengemukakan alasan dipilihnya Desa Wanajaya untuk penyebarluasan Perda 15 tentang Ekonomi Kreatif ini, karena ia menilai kepala desanya cukup kreatif.
"Ia bisa menciptakan ruangan yang kecil bisa dipakai memfasilitasi warganya dengan membuat alun-alun desa. Mungkin ini satu-satunya desa yang memiliki alun-alun," katanya.
Desa Wanajaya ini merupakan desa peraih juara 1 program Harum Madu di Kabupaten Garut, di antaranya karena kepala desanya cukup kreatif. (*)
Editor: Firman
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Data Gempa Terbaru Gunung Awu yang Bikin Badan Geologi Khawatir
-
REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
-
Dari Surabaya ke Makassar, Cast Pelangi di Mars Sapa Langsung Penonton dengan Hangat
-
Cari Tablet Murah yang Bisa Telepon? 4 Rekomendasi Tablet dengan SIM Card 2026 yang Layak Dipinang
-
HP Murah Redmi 15A 5G Rilis Akhir Maret: Usung Chip Mumpuni dan Baterai Jumbo
-
Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran
-
Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung
-
Misi Mencari Cuan Jalur Langit: Cek Shio-mu, Siapa Tahu Takdirmu Jadi Miliarder Setelah Opor Habis
-
Quartararo Abaikan Hasil MotoGP Brasil, Salip Marc Marquez Lebih Penting di Tengah Masa Sulit
-
Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan