SUARA GARUT - Pentolan Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang seolah tak henti membuat kegaduhan di tengah masyarakat.
Bahkan, baru-baru ini Panji Gumilang tidak kooperatif diajak dialog dengan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Panji Gumilang pun menyinggung soal mazhab yang dinilai para ulama di tanah air sangat menggangu masyarakat, khususnya umat Islam.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ikhsan Abdullah menilai perbedaan pendapat atau mazhab di dalam Islam diperbolehkan selama bisa dipertanggungjawabkan.
Namun ia menegaskan, hal itu tidak berlaku untuk pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang.
Menurutnya, salah satu perbedaan pendapat yang menjadi kontroversi Panji Gumilang ialah pernyataan soal Alquran yang disebut sebagai kalam Rasul Muhammad SAW.
MUI menegaskan pendapat itu sudah sangat jauh dari 4 mazhab ahlu-sunnah.
"Misalnya disebut bahwa Alquran itu kalam Rasul oleh Panji Gumilang. Ini jelas berbeda dengan 4 mazhab ahli sunnah wal jamaah Maliki, Hanafi, Syafi'i, dan Hambali," ungkap Ikhsan dalam program Political Show CNNTV, Senin 10 Juli 2023.
Menurut Ikhsan, semua mazhab, bahwa Alquran merupakan firman Allah, sebagai bentuk ibadah, dan bagi yang membacanya akan mendapat pahala.
Baca Juga: Umi Pipik Sedih Nathalie Holscher Putuskan Lepas Hijab: Saya Hanya Bisa Meluk Dia
Ia menyayangkan pernyataan Panji Gumilang tersebar di ranah publik dan sudah mengganggu masyarakat.
Menurutnya, gangguan terhadap masyarakat itu yang menyebabkan munculnya gunjingan hingga demonstrasi di Ponpes Al-Zaytun.
"Ini yang tidak layak dipublikasikan, kalau dia berpendapat sendiri boleh saja karena tidak terdengar. Kalau di media sosial, itu mengganggu," tandasnya.
Kemudian, Ikhsan menyentil pernyataan Panji Gumilang yang mengaku pendapatnya disampaikan karena RI menjamin kebebasan pendapat lewat Undang-undang.
"Beragama dan berbeda itu dijamin UUD, akan tetapi jangan sampai orang yang berseloroh meluncurkan kata-kata mengganggu forum (berkeyakinan) suatu agama," ujarya.
Disamping itu, MUI juga menyayangkan sikap Panji Gumilang yang menghindari dialog.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto
-
Mengenal 'Predator', Sapi Simental 1,1 Ton Milik Presiden Prabowo untuk Warga Sukabumi
-
Desain Bangunan Koperasi Desa Merah Putih di Pati Tak Lazim
-
Menuju Pekan ke-34 BRI Super League: Umuh Muchtar Minta Penggawa Persib Rem Euforia
-
Rapor Merah Timnas Indonesia Lawan Jepang, Qatar, dan Thailand: Babak Belur di Piala Asia 2027?
-
Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI
-
Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026
-
Pesan di Balik Kemesraan Baru Moskow-Beijing yang Diklaim 'Tak Cari Musuh'
-
Besok Prabowo Hadiri Sidang Paripurna DPR, Ini Agendanya
-
Dilema Finansial Perempuan: Gaji Tak Seberapa, Ekspektasi Setinggi Langit