SUARA GARUT - Aksi pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh sejumlah preman di sejumlah jalan di Kabupaten Garut membuat resah para pengguna jalan terutama sopir angkutan umum.
Preman Kampung yang kerap 'memalak' sopir angkutan umum tidak tanggung-tanggung meminta uang hingga puluhan ribu rupiah.
Mendapat desakkan dari banyak pihak akhirnya Polisi bergerak mengamankan pelaku preman yang melakukan tindak kriminal Pungli.
Kasie Humas Polres Garut, IPDA Adi mengatakan satu pelaku pemerasan terhadap sopir angkutan umum telah diamankan di Mapolres Garut.
"Satu orang pelaku inisial RS (43) telah diamankan di Mapolres Garut atas tindakan pemerasan terhadap sopir angkutan umum," dalam rilis yang diterima garut.suara.com, Rabu (12/7/2023).
Adi mengaku pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya yang ikut terlibat dalam aksi premanisme tersebut.
"Satu orang lagi masih dikejar," tulisnya singkat.
Aksi premanisme yang melakukan pemerasan terhadap sejumlah sopir angkutan umum kembali marak di Kabupaten Garut.
Salah satunya menimpa sopir elf jurusan Bandung - Garut yang diminta antara Rp.30 ribu hingga Rp.50 ribu tiap kali beroperasi.
Hal tersebut dikeluhkan para sopir angkutan umum dan sudah dilaporkan ke Ketua Organda agar pihak berwajib segera bertindak.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026