SUARA GARUT - Menjadi seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) ke luar negeri jadi salahsatu alternatif bagi warga Indonesia yang ingin meningkatkan taraf ekonominya.
Tak sedikit warga Indonesia, khusunya kaum wanita 'nekat' jadi TKW di negeri orang demi bisa hidup lebih baik.
Nah, di Kabupaten Garut, ada salahsatu kawasan desa yang warganya, khususnya kaum perempuan nyaris 70 persennya pernah bekerja di luar negeri.
Desa tersebut berada di kawasan perbukitan nan asri di sebelah timur kota Garut, namanya Desa Cigadog, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Terkait tradisi kaum perempuan yang menjadi TKW itu diungkapkan Ayut Sukaedi, seorang tokoh masyarakat sekaligus mantan Kades Cigadog.
"Ya, rata-rata kaum perempuan di sini (Desa Cigadog) pernah jadi TKW. Kira-kira ada 70 persen mah. Bahkan istri saya juga pernah bekerja dua kali di Saudi (Arab)," ungkap Ayut, saat dijumpai garut.suara.com, belum lama ini.
Menurut Ayut, catatan persentase 70 TKW asal Cigadog sebesar itu sebelum adanya wabah Covid-19.
"70 persen itu sebelum ada (wabah) Covid-19. Tiap tahunnya pasti ada TKW yang berangkat maupun pulang dari luar negeri. Itu sudah jadi tradisi di desa kami (Cigadog)," tambah Ayut.
Dikatakan Ayut, tradisi menjadi TKW warga Desa Cigadog tersebut tidak diketahui persis sejak kapan. Hanya saja, sejak banyak warga yang menjadi TKW taraf ekonomi warga di Cigadog relatif stabil.
Baca Juga: 1 Muharram 2023 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Cek Update SKB 3 Menteri
"Kalau sejak kapannya kurang tahu, hanya saja yang saya ingat memang sudah lama tradisi warga di sini menjadi TKW ke luar negeri. Kebanyakan bekerjanya di daerah Arab dan sekitarnya, seperti Yaman, Yordania, Saudi Arabia dan lainnya, Alhamdulillah, dengan banyaknya TKW di Cigadog perekonomian relatif stabil," beber Ayut yang mengaku kini tengah bersiap nyaleg dari salahsatu parpol. (*)
Berita Terkait
-
KPU Garut Deteksi 3 Bacaleg Mantan Narapidana, Satu Orang Siap Diumumkan
-
Kasus Warga Terlilit Utang Rp10,35 Triliun Gegara Pinjol, Pemprov DKI Sebut Pinjaman Gampang Tapi Harus Tanggung Risiko!
-
Aksi Premanisme di Garut Makin Menggila, Seorang Pria Acungkan Golok dan Senpi Lalu Rampas Barang Korbannya
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati
-
Badai Pasti Berlalu: Marian Mihail Percaya PSBS Biak Segera Bangkit dari Keterpurukan
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
Nova Arianto Bicara Tekanan Juara Bertahan Usai Timnas Indonesia Segrup Vietnam di AFF U-19 2026
-
Nauelle Patisserie, Keajaiban Rasa Premium yang Lahir dari Dapur Rumahan
-
5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK
-
Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19