SUARA GARUT - Angka gagal tumbuh anak alias stunting di Kabupaten Garut, Jawa Barat hingga kini masih tinggi. Berbagai ikhtiar dilakukan berbagai pihak untuk menurunkan angka stunting tersebut
Masyarakat Kampung Nangoh Tonggoh, Desa Rancasalak, Kecamatan Kadungora, yang dikenal Kampung KB Aisyiyah ini aktif melakukan upaya untuk mencegah dan memerangi stunting dengan Dashat.
"Salah satu upaya yang kami lakukan yakni melalui Program Dapur Sehat Atasi Stunting atau Dashat," kata Een Endahwati, salah seorang pegiat Program Dashat,
Menurutnya, melalui Program Dashat ini seringkali dilakukan pembagian makanan sehat kepada ibu-ibu dan anak-anak. Diharapkan asupan gizi mereka akan lebih baik sehingga bisa mencegah stunting.
lanjut Een ,tak hanya sekedar membagikan, pihaknya juga memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara mengolah makanan sehat dan bergizi.
Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya mengandalkan pemberian dari pemerintah, tapi masyarakat bisa memanfaatkan bahan makanan yang mudah didapatkan dan tidak selalu harus menggunakan bahan makanan mahal.
"Seperti yang kita laksanakan bersama anggota Komisi V DPRD Jabar, Pak Enjang Tedi. Kami berikan edukasi bagaimana cara mengolah makanan sehat dan bergizi dengan memanfaatkan bahan yang mudah didapatkan", ucapnya.
Setelah mengikuti kegiatan ini, tutur Een, diharapkan ibu-ibu bisa meningkatkan kadar gizi dalam setiap takaran makanan yang diolahnya.
"Dengan demikian ini juga bisa membuat pertumbuhan anak lebih bagus dan mencegah stunting," katanya.
Baca Juga: Belum Resmi Bercerai, Inara Rusli Akui Sudah Ada Seseorang: Ada Support System
Aggota Komisi V DPRD Jabar, Enjang Tedi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat Kadungora dengan program Dashat-nya. Katanya, ini merupakan llangkah nyata peran serta masyarakat dalam membantu pemerintah dalam upaya mencegah stunting.
Enjang berharap gerakan seperti ini juga akan tumbuh dan berkembang di daerah lainnya sehingga bisa membantu meringankan pemerintah dalam upaya memerangi stunting.
"Di Garut hingga saat ini angka stunting masih relatif tinggi. Namun dibanding sebelumnya, saat ini sudah ada penurunan angka sekitar 10 persen", ujar Enjang, Jumat (14/7/2023).
Lebih jauh ia menerangkan Kampung KB Aisyiyah ini sudah juara 1 di tingkat Kabupaten Garut dan juara 3 di tingkat Provinsi Jawa Barat. Agar kegiatannya bisa lebih intens, tidak bersifat insidentil seperti selama ini, program ini harus mendapatkan dorongan dari pemerintah.***
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Campus League 2026 Jakarta: Binus dan UPH Sapu Bersih Tiket Final Putra-Putri
-
25 Link Poster Ucapan Hari Raya Waisak 2026 Gratis, Bisa Langsung Download dan Dibagikan
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Tampil di Specteve 2026, Efek Rumah Kaca Bawa Pesan Emosional Lewat Lagu 'Di Udara'
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
-
Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian
-
Energi Ceria Khas Brasil Hadir dalam Koleksi Sandal Penuh Warna
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions