SUARA GARUT - Pencurian data Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang digunakan untuk jaminan pinjaman uang online (Pinjol) akhirnya terungkap.
Pelaku pencurian data tersebut diketahui dilakukan oleh Ketua Pembiayaan Nasional Madani (PNM) yang saat ini sudah kabur.
Kepala Desa Sukabakti, Wawan Gunawan mengatakan setelah menerima laporan warganya ditagih oleh penyedia jasa pinjaman uang online padahal tidak pernah meminjam.
Dirinya langsung bergerak mengumpulkan sejumlah pihak dan melakukan penelusuran terkait data ratusan KTP yang digunakan untuk jaminan Pinjol.
"Setelah melakukan penelusuran, ternyata pencurian KTP ratusan warga ini dilakukan oleh Ketua Program PNM Mekaar. Saat ini yang bersangkutan sudah kabur," ujar Kades, Sabtu (15/7/2023)
Setelah dipastikan jika warga memang tidak pernah meminjam uang ke PNM Mekaar, imbuh Wawan, ia pun kemudian meminta kepada petugas penagih dari PNM agar tidak lagi melakukan penagihan terhadap warga.
Peristiwa ini menurutnya telah menimbulkan keresahan sehingga semua pihak di desanya bergerak turun tangan.
Wawan mengungkapkan, jumlah tagihan yang harus dibayar warga rata-rata sebesar Rp2 juta per orang.
Sebelumnya pihaknya sama sekali tidak tahu menahu kaitan dengan program PNM Mekar di desanya.
Baca Juga: Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris Di Lotim, Salah Satunya Perempuan Penjual Sayur
Pihaknya pun diakui Wawan sudah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian.
Bahkan beberapa waktu lalu pihak kepolisian telah mengumpulkan pihak-pihak terkait untuk pengumpulan keterangan.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pembunuh Driver Ojol di Tangerang Ditangkap! Korban Ditusuk Saat Tidur di Basecamp
-
Persija Resmi Datangkan Kyohei Yoshino, Gelandang Berpengalaman Jepang Eks Cerezo Osaka
-
Imbas Sistem Zonasi dan Krisis Anak Usia Sekolah, 3 SD Negeri di Kota Serang Terpaksa Dimerger
-
Gandeng Musisi Lintas Negara, Bella Fawzi Rilis Lagu 'Our Power' demi Palestina
-
Olah TKP Kecelakaan Maut Pantura Indramayu, Korlantas Polri Temukan Fakta Mengejutkan
-
Ulasan Hyper Knife: Membongkar Obsesi dan Sisi Gelap Dunia Kedokteran
-
BPI Perkuat Kolaborasi dengan Masyarakat Pesisir Lewat Pelestarian Tradisi Sedekah Laut Roban
-
Kali Baru Cibinong Lumpuh Total! 60 Truk Dikerahkan Angkut Ratusan Ton Sampah
-
3 Sepatu Compass Paling Laris di Shopee Sesuai Review Pembeli, Dijamin Ori
-
Dihukum Tanpa Tahu Kesalahan: Sisi Gelap Birokrasi dalam Mahakarya Franz Kafka