SUARA GARUT - Sejauh ini publik hanya mengenal kampung adat dukuh Desa Ciroyong Kecamatan Cikelet sebagai wilayah terunik di Kabupaten Garut.
Kampung adat dukuh disebut unik, lantaran bagunan rumahnya yang khas, dengan material sederhana dari alam, beratapkan alang-alang atau ijuk.
Kesan tradisional, dan memegang teguh tradisi serta budaya nenek moyang tampak masih kental di kampung ini.
Rumah yang tidak ingin dialiri energi listrik pada malam hari itu, tumbuh hanya 40 rumah dalam satu kawasan kampung dukuh.
Kuat memegang adat istiadat, norma dan etika, serta budaya di kampung dukuh dikenal banyak pantangan yang tidak boleh di langgar warganya.
Salah satunya tidak boleh selonjoran kaki ke arah utara, harus memakai baju polos, dan banyak yang lainya.
Kampung itu dibangun oleh seorang syeh bernama Abdul Jalil pada abad ke-17.
Namun ternyata masih terdapat wilayah terunik lain, yang belum terexplorasi ke publik.
Kawasan ini di huni oleh satu keturunan, dan tidak bisa bercampur dengan keturunan lain.
Baca Juga: Tinggalkan Juventus, Juan Cuadrado Resmi Gabung Inter Milan
Kampung unik ini jika disaksikan dari hamparan peswahan dipagi hari sering disebut-sebut negeri diatas awan.
Menurut Abah Empud, asal muasal kampung Parigi Desa Cilampuyang Kecamatan Malangbong Garut, ternyata dari Kota Madiun Jawa Timur.
Pada masa kerajaan Majapahit berkuasa, ada sepasang manusia yang dikenal sakti mendiami hantaran sungai Cimanuk.
"Saat itu mereka mendiami wilayah Cicadas, lalu pindah ke Citomo dan berakhir hingga saat ini di kawasan Parigi," kata Abah Empud, dikutip Kamis, (20/07/2023).
Hingga saat ini, keturunan tokoh sakti asal Madiun itu, mendiami wilayah hantaran sungai Cimanuk Desa Cilampuyang.
Uniknya kata Abah Empud, di kawasan ini, jumlah rumah penduduk tidak bisa bertambah, hitungannya selalu ganjil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Campus League 2026 Jakarta: Binus dan UPH Sapu Bersih Tiket Final Putra-Putri
-
25 Link Poster Ucapan Hari Raya Waisak 2026 Gratis, Bisa Langsung Download dan Dibagikan
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Tampil di Specteve 2026, Efek Rumah Kaca Bawa Pesan Emosional Lewat Lagu 'Di Udara'
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
-
Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian
-
Energi Ceria Khas Brasil Hadir dalam Koleksi Sandal Penuh Warna
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions