/
Jum'at, 11 Agustus 2023 | 22:00 WIB
Lurah Caca menujukan akses jalan menuju area makam Syekh Fattah Rohmatulloh Tanjung Singuru, Desa Tanjungkarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Foto: garut.suara.com/ Encep)

SUARA GARUT - Menelisik silsilah para Waliyullah di Garut seolah tiada habisnya. Memang, di tatar Sunda, khusunya Garut, banyak tokoh tokoh penyebar Islam yang tercatatkan dengan tinta emas sejarah.

Bagi para peziarah, tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama Syekh Fattah Rohmatulloh Tanjung Singuru.

Syekh Fattah Rohmatulloh merupakan salahsatu tokoh penyebar Islam di Garut yang cukup terkenal dengan penguasaan keilmuan Islamnya.

Tak hanya alim, Ia juga dikenal sebagai waliyullah yang gagah berani dalam melawan kemungkaran di zamannya.

Makam Syekh Fattah Rohmatulloh berlokasi area Makam Tanjung Singuru persis di kaki Gunung Guntur, Desa Tanjungkarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Lokasi makam Tanjung Singuru sendiri oleh sebagian warga dipercaya dahulunya merupakan lokasi tempat dibangunnya pondok pesantren yang pertama di Garut.

Menurut beberapa literatur sejarah Sunda, khususnya Garut, Syekh Fattah Rohmatulloh merupakan seorang tokoh ulama yang hidup di zaman sebelum penjajahan Belanda.

Dalam buku 'Sejarah Bani Faqieh Al Falah Biru' yang disusun R. Aceng Tajul Arifin, Syekh Fattah Rohmatulloh merupakan seorang tentara Raja Banten, Maulana Hasanuddin, ketika itu.

Al kisah, pada zaman itu Kerjaan Banten yang dipimpin rajanya, Maulana Hasanuddin tengah berperang melawan bangsa Portugis penjajah.

Baca Juga: Netizen Komentari Fisik Starla, Inara Rusli Geram dan Berikan Komentar Menohok

Dan pada saat itulah, Syekh Fattah Rohmatulloh tampil ke medan perang sebagi tentara yang gagah berani.

Selain sebagai tentara, pada zaman itu Syekh Fattah Rohmatulloh juga merupakan santri dari Maulana Hasanuddin yang tak lain murid dari Syekh Syarief Hidayatullah

Saat di medan perang melawan penjajah Portugis, Syekh Fattah Rohmatulloh berjuang bersama saudaranya, Syekh Abdul Kabir.

Usai berperang mengusir penjajah Portugis, Syekh Fattah Rohmatulloh pulang kampung ke Tanjung Kamuning kemudian ke Tanjung Singuru.

Menurut catatan sejarah, Syekh Fattah Rohmatulloh merupakan putra dari Sembah Dalem Sewa Sagara, cucu dari Sunan Tubuy.

Kemudian pada saat itu Syekh Fattah Rohmatulloh menikah dengan cucu dari Sunan Tangkil.

Selama bermukim di Tanjung Singuru, Syekh Fatah Rohmatulloh, dikenal sebagai ulama masyhur dengan keilmuan Islam dan kebijaksanaan nya.

Dari pernikahannya dengan cucu Sunan Tangkil, Syekh Fatah Rohmatulloh memiliki sembilan anak.

Kesembilan anak Syekh Fattah Rohmatulloh di antaranya Kyai Abdul Hal, Abdul Kholiq (Embah Johor Bungbulang), Demang Karta Manggala, Raden Kusumah Wangsa, Raden Bandu Wangsa, Raden Dita Wangsa, Raden Naga, Raden Sarimbang, dan Raden Panguma.

Menurut Lurah Caca, salahseorang tokoh masyarakat yang juga mantan Kepala Desa Tanjungkarya, pada bulan bulan tertentu, Makam Syekh Fattah Rohmatulloh selalu dipenuhi peziarah dari berbagai daerah.

"Biasanya pada bulan bulan tertentu Makam Syekh Fattah Rohmatulloh ini selalu penuh oleh peziarah dari berbagai daerah," tutur Lurah Caca, saat dijumpai garut.suara.com, belum lama ini.

Menurut Lurah Caca, tak hanya warga biasa, sejumlah pejabat pun pernah berziarah ke Makam Syekh Fattah Rohmatulloh tersebut.

"Ya, ada beberapa pejabat pernah juga berziarah ke sini (makam Syekh Fattah Rohmatulloh), pak Gubernur Ridwan Kamil juga pernah datang ke sini," ungkap Lurah Caca. (*)

Load More