SUARA GARUT - Ada kabar baik nih untuk jutaan tenaga honorer yang sudah lapor melalui link haloHG.id/lapor.
Kabar baiknya, data honorer dari seluruh Indonesia itu, sudah diserahkan oleh Komisi II DPR RI ke Kementerian PAN-RB dan minta diprioritaskan untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Bukan hanya itu, Komisi II DPR RI juga sudah mengetahui permasalahan yang dihadapi tenaga honorer selama ini di lapangan.
Hal itu diketahui dari unggahan @dpr_ri, Rabu 13 September 2023 terkait hal itu.
Dituliskan dalam akun tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang sudah menyerahkan 3.000.389 data honorer yang selama ini menyampaikan laporan melalui link haloJG.id/lapor.
Setelah ada di tangan KemenPAN-RB, dia berharap data itu segera diseleksi, untuk selanjutnya diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"KementrianPAN-RB, BKN dan KASN sebagai pihak yang terlibat langsung dalam pengangkatan para honorer menjadi PPPK itu, dapat menyeleksi data 3 juta tenaga honorer itu untuk diprioritaskan dalam pengangkatan PPPK," kata Junimart.
Dalam unggahan tersebut juga diungkapkan bahwa Komisi II DPR RI sudah mengetahui keluhan dari sebanyak 3 juta honorer tersebut.
Disebutkan bahwa kebanyakan dari mereka mengeluhkan adanya ketidakcocokan data 2,3 juta tenaga honorer yang akan diangkat menjadi PPPK pada 28 November 2023 mendatang, dengan data honorer sesunggunya di lapangan.
Baca Juga: Ayah Shabira Alula 'Lala' Shock Orang Terdekat yang Kirim Santet ke Keluarganya
Para honorer tersebut juga merasa kahwatir data mereka diganti dengan para honorer titipan atau fiktif, sebagaimana belakangan ini ramai diberitakan sejumlah media.
“Pada umumnya mereka mengeluhkan data mereka yang tidak terdaftar sebagai tenaga honorer yang akan diangkat menjadi PPPK," kata Junimart seraya menyebutkan bahwa mayoritas yang lapor telah mengabdi sebagai honorer selama puluhan tahun. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Belajar Ikhlas di Taman Rusa USU: Ruang Pulang Saat Saya Berada di Titik Terendah
-
Seni Wastra di Atas Meja: Resto Takeover yang Hadirkan Menu Favorit Kartini
-
Foto Seksi Jefri Nichol Jadi Sasaran Komentar Mesum Warganet Perempuan, Langsung Picu Kontroversi
-
Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan
-
Jangan Salah Beli! 4 HP yang Masih Worth It di Tengah Harga yang Naik
-
Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina
-
DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim
-
Kaltim Diminta Waspada Potensi Kemarau Juni-Agustus 2026
-
Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor
-
Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya