Produk-produk yang dijual Mixue yang dijual Indonesia sendiri hampir semuanya berada di bawah angka Rp20 ribu. Tentunya, dari harga itu, keuntungan bersihnya pun tipis.
Sadar akan hal tersebut, Mixue dikatakan Ray lebih memilih menjual bahan baku dan mesin kepada para pemilik franchise-nya. Secara otomatis para pemilik franchise harus membeli bahan bakunya dari Mixue.
Alurnya dimulai mereka mencari volume permintaan yang besar didukung bisnis franchise dengan rumus economic of scale- memperkuat pabrik, logistik, dan proses produksi serta penyaluran- menurunkan harga (modal)- mencari pelanggan dan pemilik franchise baru.
Tahapan itu terus Mixue lakukan secara berulang-ulang— volume semakin besar harga semakin turun. Hal tersebut menjadi salah satu faktor Mixue bisa berkembang dengan cepat seperti sekarang.
Tujuan dari strategi itu sendiri adalah untuk penetrasi pasar yaitu mengembangkan pasar yang sudah ada dengan produk yang sudah ada juga sebelumnya. Selanjutnya agar mereka bisa mendapatkan banyak pelanggan.
Dikatakan Ray, jika membahas laba, akan mirip dengan berbagai (perusahaan) start-up yang membakar uang mereka terlebih dahulu dan memasang harga murah di awal. Bukan, tak mungkin Mixue pun menaikkan harga produk kuliner mereka.
Namun, hal itu akan terjadi perlahan dan masyarakat khususnya konsumen tak sadar harga produk eksrim atau minuman yang ditawarkan Mixue (akan) terus naik.
Mixue yang pertama memasuki negara ketiga di Asia Tenggara, yaitu Vietnam yang merupakan negara berpendapatan menengah berkeyakinan, jika di Vietnam bisnisnya berjalan lancar, di Indonesia pun pasti akan sama.
Adapun sistem franchise yang ditawarkan Mixue ini juga unik, tidak menerapkan prinsip bagi hasil. Hasil penjualan produk eskrim dan sejenisnya langsung masuk kepada pemilik franchise. Pun dengan urusan manajemen toko, kasir, dan layanan kebersihan itu diserahkan kepada pemilik franchise.
Baca Juga: Kandungan Buah Naga yang Bermanfaat untuk Kesehatan
Namun, desain dan penyedia kebutuhan (kontraktor) wajib dari pihak Mixue dengan durasi kontrak kerja 3 tahun. Seandainya akan memperpanjang kontrak, pemilik franchise hanya tinggal membayar management fee tahunan.
Biaya franchise "Mixue" sendiri sebesar Rp700 jutaan yang terdiri dari deposit Rp40 jutaan, biaya manajemen untuk lokasi di ibukota provinsi Rp24 jutaan dan daerah lain Rp18 jutaan pertahunnya.
Sedangkan, biaya pelatihan untuk 2 orang sekitar Rp3 juta, biaya pembelian mesin dan peralatan kurang lebih Rp170 juta serta biaya renovasi bakal bangunan gerai Rp200-300 juta. Ada juga biaya untuk pembelian bahan baku awal Rp100 jutaan yang diperkirakan cukup untuk 2 pekan.
Dari hal tersebut, disebutkan Ray, semakin menguatkan sebenarnya Mixue bukan perusahaan F&B atau perusahaan eskrim.
Dalam praktiknya pun, Mixue tidak menerapkan aturan jarak atau radius minimun antar gerai, asalkan dalam satu bangunan yang digunakan tidak boleh ada gerai atau bisnis F&B Lain. Misalnya, anda menyewa ruko 2 lantai dan di lantai 1 anda membuka gerai Mixue. Tetapi, di lantai 2-nya tidak boleh digunakan bisnis F&B selain Mixue.
Dengan strategi bisnis yang diterapkan Mixue, membuktikan bahwa mereka sangat berfokus dan menguatkan pada supply chain bukan murni F&B— Mixue menitikberatkan pada penjualan bahan baku.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta