SUARA GARUT - Pernah medengar nama atau istilah Kasoem?
Generasi lama dipastikan sangat familiar dengan nama tersebut.
Betapa tidak, karena Kasoem pernah menjadi merek kacamata terkenal di Indonesia, misalnya A Kasoem dan Lily Kasoem.
Namun generasi Z, kemungkinan kurang familiar dengan dua mereka kacamata berlabel Kasoem tersebut, apalagi dengan Kasoemnya sendiri.
Lalu, siapa sebenarnya Kasoem?
Kasoem, lengkapnya Atjoem Kasoem adalah putra Garut yang dilahirkan di Desa Bojong, Kadungora 9 Januari 1916.
Ketika remaja, Kasoem berbeda dengan kebanyakan orang Garut lainnya.
Ketika rekan-rekannya di Garut banyak yang terjun ke usaha kulit, Kasoem sejak remaja tertarik kepada kacamata.
Ia sengaja pergi ke Bandung dan bekerja menjadi penjual kacamata untuk majikan seorang Jerman bernama Kurt Schlosser, pemilik toko kacamata di Jalan Braga.
Baca Juga: Alam Ganjar Ketahuan Tertidur di Kursi Pesawat Kelas Ekonomi, Publik: Idola Baru anak Milenial
Melihat kesungguhan Kasoem, Kurt Schlosser memberinya pemahaman soal optik dan usaha kacamata, serta memberi kesempatan untuk membuka toko kacamata sendiri.
Kesempatan tersebut tidak disia-siakan Kasoem. Ia kemudian membuka toko kacamata pertama sendiri di Jalan Pungkur, selanjutnya ia juga memiliki toko lain di Jalan Braga.
Merasa kemampuannya dalam hal kacamata minim, Kasoem tahun 1960 sengaja berangkat ke Jerman untuk belajar optik dan magang di pabrik milik Dr. Herman Gebest.
Dari sini, Kasoem disebutkan berhasil menguasai ilmu pembuatan kacamata. Bukan hanya menguasai teorinya semata tetapi juga praktisnya.
Akhirnya setelah kembali ke Tanah Air dari Jerman, Kasoem mendirikan pabrik optik di Kadungora, dengan bantuan modal dari bank.
Pabrik optik yang didirikan Kasoem di Garut ini, disebut-sebut merupakan yang pertama di Indonesia.
Setelah Kasoem meninggal, usahanya dilanjutkan oleh anak-anak dan cucu-cucunya dengan menggunakan merk dagang antara lain A Kasoem, PT Kasoem, dan Lily Kasoem yang tersebar di sejumlah wilayah. (*)
Berita Terkait
-
Ini Sejarah RSUD dr. Slamet Garut, Berawal dari Wabah Penyakit Pes di "Tatar Garoet"
-
Bupati Garut Sebut Ada Internal Pemda Buat Isu Garut Bangkrut
-
Begini Kondisi Terkini 3 Pasien yang Dilaporkan Hilang Saat Terjadi Kebakaran di RSUD dr Slamet Garut
-
Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu Garut Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Argentina Hajar Austria: Lionel Messi 18 Gol Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia
-
Kylian Mbappe: Jujur, Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia
-
Ilmu Lagi Aje dari Gue! Viking Row Suporter Norwegia Berakar dari Konser Metal
-
Praktik Sihir di Piala Dunia: Dulu Cristiano Ronaldo Kini Harry Kane Jadi Target
-
Lalui Perjalanan Darat 10 Bulan Sejauh 17 Ribu Km, Tiga Orang Ini Akhirnya Bisa Nonton Messi
-
Lionel Messi Sah Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Detik-detik Lionel Messi Gagal Eksekusi Penalti: Kegagalan ke-8 La Pulga