Foto / News
Kamis, 05 Februari 2026 | 18:13 WIB
Pekerja membawa pohon jeruk Kim kit dan Chusa yang dijual di kawasan Meruya, Jakarta, Kamis (5/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja merawat pohon jeruk Kim kit yang dijual di kawasan Meruya, Jakarta, Kamis (5/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja merawat pohon jeruk Kim kit yang dijual di kawasan Meruya, Jakarta, Kamis (5/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja membawa pohon jeruk Kim kit dan Chusa yang dijual di kawasan Meruya, Jakarta, Kamis (5/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pembeli melihat buah jeruk Chusa yang dijual di kawasan Meruya, Jakarta, Kamis (5/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja merawat pohon jeruk Kim kit yang dijual di kawasan Meruya, Jakarta, Kamis (5/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja merawat pohon jeruk Kim kit yang dijual di kawasan Meruya, Jakarta, Kamis (5/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja membawa pohon jeruk Kim kit dan Chusa yang dijual di kawasan Meruya, Jakarta, Kamis (5/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pekerja membawa pohon jeruk Kim kit dan Chusa yang dijual di kawasan Meruya, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Pohon jeruk yang diimpor dari Tiongkok tersebut banyak diminati menjelang perayaan Tahun Baru Imlek

Menurut pekerja, harga yang ditawarkan mulai dari Rp1 juta hingga Rp15 juta tergantung kecil dan besarnya pohon tersebut. Pohon jeruk tersebut sangat dimanati ketika tahun baru Cina karena banyak digunakan sebagai penghias rumah dan perkantoran, dan buahnya juga bisa dinikmati.

Selain sebagai dekorasi, pohon jeruk Kim kit dan Chusa juga memiliki makna simbolis bagi masyarakat Tionghoa. Tanaman jeruk tersebut dipercaya melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan rezeki karena warna buahnya menyerupai emas serta identik dengan simbol kekayaan.

Pohon jeruk ini biasanya ditempatkan di dalam rumah, halaman, maupun area usaha untuk menyambut Tahun Baru Imlek dengan harapan membawa keberuntungan sepanjang tahun.[Suara.com/Alfian Winanto]

Load More