SUARA GARUT— Sudah menjadi rahasia umum kalau kebanyakan tukung cukur atau pangkas rambut di Indonesia khususnya di Jawa Barat berasal dari Garut. Mereka dikenal dengan sebutan Asgar.
Mungkin, banyak yang belum mengetahui juga bagaimana sejarah atau asal mula tukang cukur rambut Asgar ini. Lalu bagaimana asal usul tukang cukur rambut Asgar ini? Berikut penjelasan singkatnya.
Sejarah atau asal mula tukang cukur "Asgar" pun memiliki beberapa versi. Salah satunya— tukang cukur Asgar sendiri bermula saat masa penjajahan Belanda di Indonesia. Ketika itu, terjadi sebuah penyerangan di daerah Garut yang membuat warga sekitar harus mengungsi ke Bandung.
Setibanya di Bandung, mereka yang sebelumnya memang sudah memiliki pekerjaan didominasi sebagai petani, harus mencari pekerjaan baru.
Banyak dari mereka yang berganti berbagai profesi, di antaranya menjadi tukang sol sepatu dan salah satunya banyak yang menjadi tukang pangkas rambut.
Alasan banyak dari mereka yang memilih menjadi tukang cukur rambut karena modal yang diperlukan relatif cukup sedikit ketimbang membuka usaha-usaha lainnya.
Selain itu, menjadi tukang cukur rambut pun bisa dilakukan di mana saja. Bahkan, hingga saat ini bisnis cukur rambut tersebut masih eksis dan berkembang.
Tak heran kalau kita banyak menjumpai tempat cukur atau pangkas rambut di pinggir jalan terdapat stiker bertuliskan "Asgar" yang merupakan akronim dari Asal Garut.
Makan, jangan aneh dan heran kalau kebanyakan tukang cukur atau pangkas rambut di Indonesia khususnya Jawa Barat merupakan orang Sunda dan berasal dari Garut.
Baca Juga: KPU Garut Siap Gelar Kirab Pemilu 2024, Belasan Ruas Jalan Bakal Dilalui Konvoi 18 Parpol
Itulah asal usul singkat tentang tukang cukur rambut Asgar. Semoga dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
BBM Non-Subsidi Naik Drastis: 5 Langkah Efisiensi Walikota Bandung untuk Hemat Anggaran
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
Triliunan Rupiah Mangkrak! 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Gratis Menumpuk di Gudang Sentul
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut? Dedi Mulyadi: Jangan Panik, Itu Penyesuaian Sertifikat Prestasi
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran