SUARA GARUT - Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut adalah salah satu kantor Pemerintah Kabupaten Garut yang hingga saat ini masih mempertahankan arsitektur klasik.
Kantor Disparbud yang berlokasi di kawasan Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut memiliki sejarah panjang.
Menurut catatan, bangunan Kantor Disparbud Garut telah dibangun pada masa kolonial Hindia Belanda pada tahun 1910an.
Awalnya bangunan Kantor Disparbud Garut ini merupakan rumah tinggal seorang juragan penguasa perkebunan Dayeuh Manggung, masyarakat saat itu menyebutnya Tuan Baron.
Seiring berjalannya waktu, pascazaman kemerdekaan Indonesia bangunan ini dijadikan Kantor Wilayah 1 Garut Kota.
Pada tahun 1974 kemudian berubah menjadi Kantor Pembantu Gubernur Wilayah Priangan Timur. Kemudian, di tahun 1992 dijadikan kantor Dinas Pendapatan Kabupaten Garut.
Baru sekitar tahun 2000an bangunan tersebut dijadikan Kantor Disparbud Kabupaten Garut.
Menurut Sekretaris Disparbud Kabupaten Garut, Drs Ma'mun, selain memiliki sejarah panjang, bangunan ini juga sempat membuat heboh karena kisah mistis di dalamnya.
"Selain memiliki sejarah panjang, kantor Disparbud ini juga sempat membuat heboh karena dihuni makhluk astral. Ini kisah nyata, ada beberapa pegawai yang mengaku sempat menemukan hal aneh di kantor ini," ungkap Ma'mun saat dijumpai garut.suara.com baru-baru ini.
Menurut Ma'mun, bangunan kantor Disparbud dengan arsitektur klasiknya hingga saat ini dipelihara dengan baik untuk menjaga nilai sejarahnya.
"Ya, bangunannya dirawat dengan baik, ini untuk menjaga nilai sejarahnya. Kita hanya merenovasi sebagain kecil bagian bangunannya saja," kata Ma'mun. (*)
Editor: Firman
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya
-
Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik