SUARA GARUT— Masyarakat Garut sepertinya tidak akan lama lagi bakal bisa menikmati stadion bertaraf internasional kebanggaan mereka yang berada di Jalan Proklamasi, yaitu Stadion Gelora RAA Adiwijaya yang ditargetkan tuntas dan dapat digunakan pada 2024 mendatang.
Sebagai informasi, sebelum memulai pembangunan pada 2021, Pemkab Garut sempat melakukan studi banding terlebih dahulu ke Stadion Maguwoharjo Sleman yang bertaraf internasional. Apa yang diimplementasikan di Stadion Maguwoharjo bakal diaplikasikan pada Stadion RAA Adiwijaya ini.
Anggaran awal stadion ini ditaksir mencapai Rp25 miliar. Pembangunan Stadion RAA Adiwijaya sendiri akan dilakukan secara bertahap dengan total dana yang dianggarkan sebesar Rp50 miliar.
Bahkan, seluruh dana pembangunan stadion kebanggaan warga Garut ini berasal dari angggaran dan pendapatan belanja daerah (ABPD) Kabupaten Garut alias tanpa kucuran dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat.
Selain itu, terdapat arena akuatik yang tersertifikasi FINA (Federasi Renang Internasional) dan kabarnya hanya ada empat di Indonesia selain di Stadion GBK Jakarta, Sarana Olahraga Rawamangun Jakarta, dan Stadion PON Papua.
Stadion RAA Adiwijaya memiliki kapasitas penonton hingga 25.000 orang dengan menggunakan single seat. Adapun ukuran lapangan sepakbola stadion ini mengacu pada Standar FIFA, yaitu panjang 105 meter dengan lebar 68 meter.
Desain Stadion RAA Adiwijaya sendiri dirancang oleh perusahaan konsultan Toher Group. Jika menelisik dari sisi desain, stadion ini diprediksi dapat menghabiskan dana hingga Rp300 miliar.
Hampir sama seperti kebanyakan stadion di Indonesia, Stadion RAA Adiwijaya juga dilengkapi dengan lintasan atletik bangunan area tribun penonton berbentuk elips atau lonjong. Rumput yang (bakal) digunakan untuk lapangannya adalah jenis Zoysia Japonica yang merupakan rumput Standar FIFA.
Desain stadion ini mengadopsi konsep moderen- tradisional— terlihat dengan adanya ornamen-ornamen khas Jawa Barat khususnya Garut berupa motif Batik Garut yang di memutari bagian luar bangunan stadion.
Baca Juga: Kasus Bullying Tinggi, Enjang Tedi Dorong Pemda Garut Bentuk KPAID Daerah
Adajuga ornamen atau monumen Totopong yang merupakan ikat kepala khas Sunda yang berada di area pintu masuk bangunan stadion. Selain itu, stadion ini memiliki atap bentang "Space Frame" yang memutari seluruh tribun dengan keliling mencapai 20.000 meter persegi.
Dipilihnya nama RAA Adiwijaya sebagai nama stadion ini sendiri merupakan bentuk penghargaan atau penghormatan kepada Bupati Garut pertama, yaitu Raden Adipati Aria Adiwijaya yang memerintah pada 1813— 1831 silam
PT. Mirtada Sejahtera KSO dan PT. Boanerges Putra Utama merupakan dua kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan Stadion RAA Adiwijaya ini.
Hingga saat ini, proses pembangunan Stadion RAA Adiwijaya telah memasuki tahap 3, yaitu pembangunan tribun barat sudah dimulai sejak Juni 2023 lalu dan ditargetkan tuntas pada akhir Desember 2023 ini.
Pembangunan tahap 3 ini memakan anggaran sekitar Rp34 miliar yang mencakup biaya pembebasan lahan dan biaya konstruksi. Proyek pembangunan tahap 3 ini juga meliputi pembangunan stadion basket indoor dan outdoor. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati