Timnas Qatar memang sudah dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2022 meski bertindak sebagai tuan rumah.
Duel melawan Belanda pada laga pamungkas Grup A, Selasa (29/11/2022) pukul 22.00 WIB nanti sudah tidak menentukan lagi.
Meski demikian, bukan berarti pertandingan itu bakal dilepas begitu saja. Mereka setidaknya memburu poin pertama untuk sedikit 'pergi' dengan kepala tegak.
Bahkan, mereka bakal didukung sekitar 1.500 suporter Ultras Qatar untuk memberikan psywar bagi Virgil Van Dijk dan kawan-kawan.
Memang kelihatan aneh dengan munculnya suporter ultras atau yang dikenal dengan garis keras.
Usut punya usut, mereka ternyata suporter sewaan dari empat negara sekitar untuk memberikan dukungan kepada Timnas Qatar melawan Belanda.
Melansir The Sun, para penggemar tersebut telah dibayar untuk datang dari negara lain dan memberikan suasana.
Ultras terlihat membuat kegaduhan selama pertandingan saat mereka mencoba menghibur para pemain Qatar untuk membuat kesal.
Tetapi sebanyak 1.500 penggemar dari Lebanon, Mesir, Aljazair dan Suriah diterbangkan, menyediakan akomodasi, makanan dan tiket pertandingan gratis serta pembayaran untuk menghadiri pertandingan, menurut surat kabar Amerika.
Baca Juga: Indonesia Ternyata Punya Wujud Kehadiran di Piala Dunia 2022 Qatar, Apa Saja?
Mereka melaporkan bahwa para penggemar asing tiba paling cepat pertengahan Oktober untuk melatih nyanyian dan mempelajari lagu kebangsaan Qatar dalam upaya meniru 'ultra budaya' yang terlihat di negara-negara Eropa.
Seorang ultras Lebanon yang tidak disebutkan namanya menegaskan bahwa uang bukanlah faktor motivasi murni bagi para penggemar yang telah diterbangkan untuk mendukung negara tuan rumah.
"Adalah tugas kami untuk mendukung negara Arab. Kami berbagi bahasa yang sama. Kami berbagi budaya yang sama. Kami adalah jari di tangan yang sama," ujarnya yang dilansir, Selasa (29/11/2022).
"Kami ingin menunjukkan kepada dunia sesuatu yang istimewa. Anda akan melihat sesuatu yang istimewa," tambahnya.
Banyak kritik yang dilontarkan kepada negara Timur Tengah tersebut sejak mereka meraih hak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.
Satu komentar yang konsisten adalah bahwa negara tersebut tidak memiliki budaya penggemar yang terlihat di negara lain yang sebelumnya menjadi tuan rumah turnamen tersebut.
Ada kontroversi bahkan sebelum satu bola ditendang setelah diklaim bahwa ratusan "penggemar palsu" telah dibayar untuk berparade melalui Qatar pada hari-hari menjelang pertandingan pembukaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Sampaikan 4 Pedoman Kabinet, Prabowo: Atasi Kesulitan Rakyat Dalam Waktu yang Sesingkat-singkatnya
-
Sempat Usir Mees Hilgers, Pelatih FC Twente Kini Berbalik Puji Bek Timnas Indonesia
-
Macan Kumbang Masuk Permukiman Warga Dirawat di Batang Dolphin Center: Kelamin Jantan, Usia 10 Tahun
-
Jadwal MPL ID S18 Lengkap: EVOS vs RRQ Hoshi Buka Pertarungan, Siapa Pemenangnya?
-
RAPBN 2027 Jangan Sekadar Angka, Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat
-
Dua Penekanan Muzani di Sidang MPR: MBG untuk Manusia Berkualitas, Kopdes untuk Ekonomi Adil
-
Intens Tapi Groovy, NCT 127 Ungkap Pesan dan Energi Positif di Album BLINGY
-
MDKA Tambah Kepemilikan EMAS, Saham Tembus 64%
-
Bli Nyoman, Sosok Penggerak Desa Sejahtera Astra di Desa Les, Buleleng Bali
-
4 Cushion Waterproof untuk Makeup 17 Agustus, Anti Luntur Meski Terkena Keringat