Christian Eriksen menjadi salah satu pemain yang punya andil tak bisa membawa Denmark lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. Melawan Australia di matchday terakhir grup D, Denmark kalah 0-1 dari Australia.
Catatan ini lebih buruk dibanding saat Denmark bermain di Piala Dunia 2018 Rusia. Pada Piala Dunia 2018, mereka masih mampu lolos ke babak 16 besar.
Nama Christian Eriksen kemudian jadi buah bibir saat Denmark bermain di Euro 2021. Di kompetisi itu, Eriksen sempat kolaps dan tak sadarkan diri.
Pada pertandingan grup B Euro 2021 antara Denmark vs Finlandia, Eriksen mendadak terhuyung-huyung dan kemudian jatuh ke lapangan, tak sadarkan diri.
Eriksen alami kolaps karena serangan jantung. Kondisi Eriksen yang kolaps ini membuat semua pemain panik kebingungan. Sejumlah pemain Denmark dengan sigap berusaha memberi pertolongan pertama.
Setelah sempat dilakukan pertolongan pertama di tengah lapangan, petugas medis langsung melarikan Eriksen ke rumah sakit.
Beruntung nyawa pemain Manchester United ini selamat. Diakui oleh Eriksen pada Euro 2020, merupakan pengalaman paling mengerikan selama perjalanan kariernya.
"Saya tak menyangka orang-orang mengirim bunga akibat saya meninggal selama lima menit. Itu sangat luar biasa," ucapnya kepada DR1
Dikatakan oleh Eriksen, bahwa ia masih menerima pesan dari banyak orang. Mereka semua kata Eriksen memberikan doa agar ia bisa segera pulih.
Baca Juga: Gagal Penalti, Lionel Messi Perpanjang Rekor Buruk di Piala Dunia
"Saya mengucapkan terima kasih secara langsung kepada orang-orang, saya berterima kasih kepada para dokter, rekan tim saya, dan keluarga," ucapnya.
Rekan Eriksen di Euro 2020 yang juga melihat eks pemain Inter Milan itu tak bernyawa, Martin Braithwaite punya cerita lain.
Martin Braithwaite yakin bahwa saat itu Christian Eriksen telah meninggal dunia di lapangan.
"Ada satu momen saat saya melihat Eriksen dan saya pikir dia telah pergi. Ketika Anda melihat tubuh di mana orang itu meninggal, Anda tidak ragu. Kau langsung tahu. Itulah yang kulihat," ucap Braithwaite seperti dilansir dari Marca.
Berita Terkait
-
Jepang vs Spanyol, 10 Fakta Menarik yang Kamu Mungkin Gak Tahu
-
Beri Satu Hari Libur, Southgate Minta Timnas Inggris Tak Anggap Enteng Lawan Senegal
-
Momen Gol Antoine Griezmann ke Gawang Tunisia Dianulir VAR, Nggak Masuk Akal!
-
Gagal Penalti, Lionel Messi Perpanjang Rekor Buruk di Piala Dunia
-
Tata Martino Akui Meksiko Gagal di Piala Dunia 2022: Saya yang Pikul Tanggung Jawab
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
9 Tips Anti Gagal Mudik Motor Jarak Jauh, Nomor 3 Sering Dilupakan!
-
6 Sopir Travel Terindikasi Positif Narkoba
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Update Harga Minyak Goreng 2 Liter Jelang Lebaran: Filma, Sunco, dan Tropical Sekarang Berapa?
-
Persiapan Mudik Lebaran 2026, Cek Tarif Tol Prambanan ke Semarang Per Maret 2026
-
Elkan Baggott Dipanggil Lagi ke Timnas Indonesia, Sumardji Bongkar Alasan John Herdman
-
Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran
-
Ari Wibowo Dukung Abu Janda, Nama Shandy Sondoro hingga Anang Hermansyah Ikut Terseret
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Perhimpunan Pergerakan 98: Ini Upaya Pembunuhan
-
Bahlil Tawarkan Ekspor Listrik Surya ke Singapura, Kepri Disiapkan Jadi Kawasan Industri Hijau