- Komisi IX DPR RI menggelar rapat dengar pendapat bersama Kepala Badan Gizi Nasional pada Senin, 15 Juni 2026.
- Rapat di Senayan, Jakarta, tersebut dipimpin oleh Nihayatul Wafiroh untuk membahas rincian anggaran Badan Gizi Nasional.
- Pimpinan dan anggota dewan menyepakati bahwa pembahasan anggaran dilakukan secara tertutup sesuai dengan prosedur rapat sebelumnya.
Suara.com - Komisi IX DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) beserta jajaran pada Senin (15/6/2026).
Namun, rapat yang mengendakan pembahasan anggaran di BGN tersebut diputuskan untuk berlangsung secara tertutup bagi umum.
Keputusan tersebut diambil dalam pembukaan rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh.
Wanita yang akrab disapa Ninik ini awalnya membuka rapat dengan doa dan memastikan kehadiran anggota dewan telah memenuhi syarat kuorum.
"Ada 35 anggota dari 8 fraksi yang hadir, jadi rapat ini sudah kuorum dan rapat saya buka," ujar Nihayatul di Ruang Rapat Komisi IX DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin.
Sebelum memasuki inti pembahasan, Nihayatul melemparkan interupsi kepada para pimpinan dan anggota Komisi IX mengenai sifat persidangan tersebut.
Mengingat agenda utama berkaitan dengan rincian anggaran, ia menawarkan agar rapat digelar secara tertutup.
"Bapak, Ibu yang saya hormati, karena ini rapat pembahasan anggaran, apakah rapat ini terbuka atau tertutup Bapak, Ibu?" tanya Nihayatul kepada peserta rapat.
Pertanyaan tersebut langsung dijawab secara serentak oleh para anggota yang hadir dengan seruan, "Tertutup."
Baca Juga: Tak Perlu Dapur Baru! DPR: Libatkan Kantin untuk Makan Gratis Sudah Kami Sarankan Lama
Menanggapi kesepakatan tersebut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini kemudian mengetuk palu sidang sebagai tanda dimulainya rapat tertutup.
Ia menjelaskan bahwa hal ini sejalan dengan prosedur rapat-rapat pembahasan anggaran sebelumnya.
"Oke, seperti rapat-rapat kita kemarin bahas anggaran, rapat ini saya nyatakan tertutup untuk umum," tegas Nihayatul.
Berita Terkait
-
Tak Perlu Dapur Baru! DPR: Libatkan Kantin untuk Makan Gratis Sudah Kami Sarankan Lama
-
Kunjungi Sekolah Rakyat Jabar II, Komisi V DPR Optimistis Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru
-
Kejar Aliran Uang Dadan Cs! Kejagung akan Terapkan Pasal TTPU di Kasus Korupsi MBG
-
Pemerintah Dinilai Setengah Hati Benahi MBG, Pakar UGM Usul Bentuk Dewan Pengawas Independen
-
Kunjungan Presiden Jerman dan Demo Mahasiswa Digelar Bersamaan, 6.675 Personel Gabungan Disiagakan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga