Kemenangan 2-1 atas Australia di babak 16 besar Piala Dunia 2022 membawa Argentina lolos ke babak perempat final.
Di babak perempat final, Argentina sudah ditunggu Belanda yang menang 3-1 atas Amerika Serikat.
Sepanjang sejarahnya kedua negara beberapa kali bertemu di Piala Dunia. Pertama kali Belanda dan Argentina berjumpa di Piala Dunia 1974.
Saat itu kedua negara bertemu di babak kedua Piala Dunia 1974. Era itu Belanda dikenal sebagai tim yang mengusung Total Football.
Pelatih Rinus Michels dan striker Johan Cruyff jadi aktor utama kehebatan Belanda di periode 70-an. Di babak fase grup pertama Piala Dunia 1974, Belanda jadi tim terkuat.
Pada fase babak kedua, Belanda jumpa Argentina. Kondisi Argentina saat itu bukan tim favorit, mereka dibilang beruntung bisa lolos ke babak kedua karena hanya melawan Haiti di babak sebelumnya.
Benar saja, pertemuan Argentina dengan Belanda di Piala Dunia 1974 berakhir dengan skor telah 0-4 untuk kemenangan tim Orange. Johan Cruyff, Ruud Krol dan Johnny Rep menjadi pencetak gol Belanda.
Belanda terus melaju ke partai final Piala Dunia 1974. Sayang di partai final mereka dibungkam Jerman Barat 1-2.
Final Piala Dunia 1978
Baca Juga: Meraih Tiga Piala Dunia, Mengapa Pele Tak Pernah Dapat Ballon d'Or?
Empat tahun kemudian, Argentina kembali bertemu Belanda. Kali ini di partai final Piala Dunia 1978, Argentina jadi tuan rumah.
Aroma balas dendam begitu kuat dirasakan oleh skuat Argentina. Mario Kempes menjadi andalan tim Tango, sementara tim Orange tak diperkuat Johan Cruyff.
Laga sengit berlangsung di Stadion Monumental, Buenos Aires. Di babak pertama, Argentina unggul 1-0 lewat gol Mario Kempes menit ke-36.
Yang menarik pada laga ini, Argentina sempat terlambat masuk ke lapangan saat jeda babak pertama. Namun hal itu tak membuat goyah mental tim Orange.
Delapan menit sebelum bubaran, Dick Nanninga menyamakan kedudukan. Harapan tim Orange membuncah.
Namun itu hanya sesaat. Menit perpanjangan waktu, Mario Kempes kembali bobol gawang Belanda. Daniel Bertoni pun menutup pertandingan menjadi 3-1. Argentina meraih gelar pertama Piala Dunia.
Berita Terkait
-
Mimpi Kandas di Tangan Argentina, Australia Gagal Perbaiki Catatan Pencapaian
-
Usia Tak Lagi Muda, tapi 5 Pemain Ini Masih Jadi Andalan di Piala Dunia 2022
-
Berada di Ruang Akhir Hayat, Pele Menolak Mati: Saya Masih Kuat!
-
Messi Kuntit Mbappe, Ini Daftar Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia 2022
-
Tak Terima Uruguay Tersingkir, Jose Gimenez Sikut Petinggi FIFA dan Hina Wasit: Kalian Semua Maling!
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Publik Tuntut Transparansi Terkait Karut Marut Pengadaan Sarana Pendidikan