Bagi warga di Papua Barat, gelaran Piala Dunia 2022 menjadi momentum untuk mengekspresikan diri mendukung Belanda.
Di jalanan hingga kafe dipenuhi dengan atribut Belanda. Sorak sorai untuk skuat Belanda terdengar nyaring saat pertandingan Piala Dunia 2022.
Salah seorang warga Belanda, Daan Goppel seperti dilansir dari rtlnieuws.nl, banyak orang Papua Barat lebih mendukung tim Orange dibanding tim lain.
"Orang-orang di sini (Papua Barat) tidak seperti kebanyakan orang Indonesia, sangat mendukung Belanda," ucapnya.
Menurut Goppel, orang Papua Barat lebih menyukai Belanda disebabkan faktor politik dan sejarah di masa lalu.
"Belanda telah tinggal di sini lebih lama. Mereka meninggalkan kesan positif di sini. Mereka memberikan pendidikan yang baik di sini," ujarnya.
Selain itu faktor Timnas Indonesia yang payah di sepak bola juga membuat banyak orang Papua Barat mendukung negara lain.
"Di sini juga ada penggemar Brasil. Ada juga penggemar Jerman, karena ada dua misionaris Jerman pernah ke sini. Tapi sebagian besar kasih dukungan untuk Belanda," ungkap Goppel.
Viva Hollanda dan lagu Kebangsaan Belanda juga terdengar di Papua Barat selama perhelatan Piala Dunia 2022.
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2022: Hajar Polandia, Timnas Prancis Melaju ke Perempatfinal
"Mereka bernyanyi, ribuan suporter turun ke jalan dan mengibarkan bendara Belanda. Ini sebuah fenomena di sini," ucap Wolter Kroes.
Sementara itu menurut sejarawan Hans Goedkoop, Indonesia menjadi isu sensitif bagi orang Papua Barat.
"Orang-orang di Papua Barat memiliki perasaan baik kepada Belanda. Karena Belanda telah melakukan yang terbaik di sana. Sehingga orang di sana mendukung Belanda di Piala Dunia 2022," ungkapnya.
Belanda sendiri di Piala Dunia 2022 memastikan diri lolos ke babak perempat final. Di babak 16 besar, anak asuh Louis van Gaal itu mengalahkan Amerika Serikat dengan skor 3-1.
Berita Terkait
-
Fisik Pemain Timnas Indonesia Kendur, Shin Tae-yong: Latihan Klub Liga 1 Seperti Apa Sih?
-
Bawa Inggris ke Perempat Final Piala Dunia 2022, Phil Foden Patahkan Rekor Ronaldo di 1998
-
Termasuk Denmark, Ini 5 Tim yang Gagal Menang di Fase Grup Piala Dunia 2022
-
Jelang Lawan Swiss, Survei Media Portugal: 70 Persen Minta Cristiano Ronaldo Dicadangkan
-
4 Tahun Latih Timnas Indonesia, Apa Prestasi Shin Tae-yong?
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
BEI Ubah Aturan Main, 28% Kapitalisasi Pasar IHSG Kini dalam Pantauan Ketat
-
Santri Korban Pembakaran Akan Jalani Operasi Cangkok Kulit
-
OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp566,24 Miliar
-
Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran
-
Inggris Tumbang, Argentina Bangkit Dramatis dan Tantang Spanyol di Final
-
Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran
-
Pemerintah Mau Salurkan Bansos Lewat Kopdes Merah Putih, Gantikan Bank dan Pos?
-
Cetak Kader Penjaga Hutan, Batang Siapkan Garda Depan Konservasi Alam
-
Fitur NFC Bisa Digunakan untuk Apa Saja? Tak Cuma Top Up Saldo E-Money
-
Rekomendasi Hadiah Unik Sesuai Zodiak, Berkesan dan Tidak Membosankan