Prancis akan menantang Maroko di babak semifinal Piala Dunia 2022. Tim Ayam Jantan akan melawan Singa Atlas, negara yang dulu mereka jajah.
Sebagai salah satu negara imperium kuno, Prancis memiliki tanah jajahan di benua Afrika dan Maroko adalah salah satunya.
Diakui atau tidak, sebagai negara jajahan Prancis, Maroko rupanya tidak hanya berperan besar memberikan upeti namun juga berpengaruh besar pada tim nasional Prancis.
Prancis yang saat ini menjelma jadi kekuatan sepak bola Eropa tak lepas dari peran imigran dan negeri jajahan mereka dahulu, Maroko salah satunya.
Setidaknya ada tiga legenda Prancis yang faktanya orang asli Maroko. Mereka lahir di kota Maroko dan 'terpaksa' membela Prancis. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya:
Larbi Banbarek
Nama pertama ialah Larbi Banbarek. Ia terlahir dengan nama Abd al-Qadir Larbi Ben Mbarek di pinggiran kota Casablanca.
Pada 1934, ia memulai kariernya sebagai pesepak bola dengan membela tim kota kelahirannya, Idéal de Casablanca, tim kecil yang bermain di kasta kedua Liga Maroko.
Pada 1938, Larbi Benbarek resmi menjadi pemain Marseille dan mendapat bayaran 44ribu franc.
Selang beberapa bulan, Benbarek dipanggil untuk membela tim nasional Prancis. Ia mulai debutnya unutk Les Blues di Naples saat melawan Italia.
Baca Juga: Larbi Benbarek, Pele-nya Maroko yang Lebih Berharga Dibanding Menara Eiffel
Awal pemanggilan Ben Barek jadi titik awal hubungan tim nasional Prancis diperkuat talenta hebat berdarah Maroko.
Pada periode 1938 hingga 1954, Benbarek tercatat membela tim Ayam Jantan sebanyak 17 pertandingan. Pele sempat mengatakan bahwa Benbarek adalah tuhannya sepak bola.
"Jika saya adalah raja sepak bola, maka Larbi Benbarek adalah Tuhannya" ucap Pele seperti dikutip dari aljazeera.com
Just Fontaine
Selanjutnya ada nama legenda sepak bola Prancis, Just Fontaine. Jika Benbarek lahir di Casablanca, Fontaine kelahiran Marrakech, Maroko.
Sebenarnya Fontaine hanya numpang lahir di Maroko. Ayahnya seorang Prancis dan ibunya Spanyol.
Fontaine awalnya karirnya bermain di klub Maroko, USM Casablanca. Tiga musim membela klub ini, Fontaine cetak 62 gol dari 48 pertandingan.
Berita Terkait
-
Ronaldo Menangis Usai Portugal Tumbang dari Maroko di Piala Dunia 2022
-
Sofyan Amrabat Fenomenal Bareng Maroko di Piala Dunia 2022, Layak Jadi Pemain Terbaik Turnamen
-
Larbi Benbarek, Pele-nya Maroko yang Lebih Berharga Dibanding Menara Eiffel
-
Inggris memang Tak Punya DNA Juara di Piala Dunia, Langganan Tersingkir di Perempat Final
-
Walid Regragui Hanya Butuh 4 Bulan Buat Cetak Sejarah, Shin Tae-yong Sudah 4 Tahun Belum Dapat Apa-apa
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Upah Beda, Perjuangan Sama: Siasat Bertahan dengan Gaji UMK
-
ASUS V600 All-in-One, Solusi PC Ringkas dengan Performa Tak Main-Main
-
Polisi: Restorative Justice Rismon Belum Diputus, Tunggu Gelar Perkara
-
Profil Liliek Prisbawono Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Pernah Terseret Kontroversi Pemilu dan CPO
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Andi Rahadian Resmi Jadi Dubes OmanYaman, Siap Ikuti Arahan Pusat di Tengah Isu Selat Hormuz
-
Etenia Croft Siapkan Karya Terbaru, Terinspirasi Momen Berharga di Eropa
-
ASN WFH Diawasi Sistem Digital, Menteri PANRB: Bukan Soal Absensi Fisik
-
Pemkot Jakpus Bersihkan Ikan Sapu-sapu Perusak Turap di Kali Cideng
-
Polda Metro Tegaskan WFH Tak Berlaku, Pelayanan Polisi Tetap Berjalan