Sejarah juga mencatat bahwa tim nasionl Brunei sempat ikut kompetisi di Liga Malaysia. Menariknya pada 1999, mereka membuat kejutan dengan mengangkat trofi Piala Malaysia.
Mengutip dari catatan FIFA, ada 2500 pesepak bola di Brunei dan mayoritas ialah pemain amatir dan semi profesional.
Era baru di sepak bola Brunei berlangsung di awal milenium. Kompetisi sepak bola baru diadakan di Brunei pada 2002. 10 tahun kemudian, muncul Liga Super Brunei.
PSSI-nya Brunei, NFABD menyadari bahwa perkembangan sepak bola mereka hanya bisa terjadi jika ada pengembangan pemain muda dan kompetisi profesional.
Pihak NFABD pun seperti dilansir dari laman resmi FIFA menegaskan bahwa mereka punya rencana untuk perkembangan pemain muda.
"Kami memiliki beberapa rencana untuk meningkatkan jumlah anak-anak bermain sepak bola," ujar Direktur Teknis NFABD, Nair Sivaji.
Ya, untuk pengembangan pemain muda, langkah awal yang dilakukan NFABD ialah menarik minat anak-anak di Brunei untuk bermain sepak bola.
"Kami akan mendirikan pusat bakat di distrik-distrik sehingga bisa menciptakan peluang menghasilkan pemain muda berbakat," tambah Nair.
Sebenarnya tidak hanya itu, yang dibutuhkan sepak bola Brunei untuk bisa maju menurut NFABD ialah sokongan nyata dari pemangku kepentingan agar sepak bola bisa menjadi budaya di negara tersebut.
Baca Juga: Ini Alasan Laga Brunei vs Timnas Indonesia Berlangsung di Stadion Kuala Lumpur Malaysia
Faktanya kendala terbesar Brunei memang budaya sepak bola di sana tidak semasif dengan negara-negara tetangganya seperti Indonesia, Malaysia ataupun Singapura.
Berita Terkait
-
Laga Selanjutnya Piala AFF 2022, Ini Head To Head Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam
-
Piala AFF 2022: Timnas Indonesia Diprediksi Pesta Gol Melawan Brunei Sore Ini
-
Marc Klok Bocorkan Instruksi Khusus Shin Tae-yong Jelang Timnas Indonesia vs Brunei di Piala AFF 2022
-
Piala AFF 2022: Pelatih Timnas Brunei Bocorkan Taktik Kalahkan Timnas Indonesia Sore Ini
-
Bagaimana Klub Eropa Mengasah Kemampuan Egy Maulana dan Witan Sulaeman?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Penjualan PS5 Anjlok usai Harga Naik, Sony Pastikan PS6 Sudah Dalam Pengembangan
-
Bentuk Tim Khusus, Polda Lampung Buru Pelaku Penembakan Brigadir Arya Supena
-
Gentala Arasy, Simbol Kejayaan Islam Kebanggaan Negeri Sepucuk Jambi
-
Westlife Bolak-balik ke Indonesia, Apakah Riders-nya Bikin Pusing Promotor?
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Ketua KOI Soroti Krisis Anggaran, Sebut Kondisi Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
-
PSSI Kecam Kerusuhan Suporter Usai Laga Persipura vs Adhyaksa FC
-
NOC Berikan Penghargaan untuk 10 Pelaku Olahraga Salah Satunya Timnas Futsal Indonesia
-
Intip Peran Lee Jun Young di Reborn Rookie, Mantan Atlet yang Bertukar Jiwa
-
Jalur Sukabumi Utara Padat Sabtu Siang: Imbas Akhir Pekan dan Bubaran Pabrik