Partai Timnas Indonesia vs Thailand dalam lanjutan Piala AFF 2022 akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (29/12/2022).
Diprediksi bakal ada 40ribu suporter Timnas Indonesia yang akan mendukung langsung Egy Maulana Vikri dkk.
Pelatih Thailand, Mano Polking jelang pertandingan melawan Timnas Indonesia mengaku bahwa ia sudah memprediksi bakal ada ribuan suporter yang bakal datang langsung ke SUGBK.
Ia mengaku tak mempersalahkan tekanan yang bakal diterima anak asuhya.
"Bagi kami atau juga timnas Indonesia, tujuannya ialah meraih kemenangan. Bermain di hadapan suporter lawan, kami akan menggunakan (tekanan) itu menjadi hal intesif bagi kami,"
"Kami memiliki banyak pemain berpengalaman, seperti Teerasil, Teerathon, yang telah melalui pertandingan seperti ini, tentu saja hal itu akan sangat membantu kami," papar Mano Polking.
Meski Mano Polking mengaku bahwa ia dan anak asuhnya sangat siap 100 persen hadapi tekanan dari suporter di SUGBK, ada cerita lain yang pernah dirasakan pemain Thailand saat main di Jakarta.
Mantan striker Timnas Thailand, Piyapong Pue-on punya pengalaman mencekam saat main di SUGBK pada final SEA Games 1997.
Melansir dari Thairath.co.th, ia dan rekan-rekannya saat itu mendapat pengalaman paling brutal saat melawan Timnas Indonesia di SUGBK.
Baca Juga: Madam Pang Komentari Dukungan Suporter Timnas Indonesia di GBK, Akan Jadi Ujian Bagus
Diceritakan oleh Pue-on, saat itu tensi pertandingan sangat panas. Kedua tim bermain dengan sangat ketat dan angka di papan skor 1-1.
Pertandingan pun harus dilanjutkan lewat adu penalti dan Thailand menang 4-2 atas Indonesia saat itu.
Menurut pengakuan Pue-on, bahwa bench pemain Thailand sempat dilempari botol berisi air kencing oleh suporter Timnas Indonesia.
"Saat itu bangku cadangan dilempari air kencing, bau tak sedap menyebar ke mana-mana," ujarnya.
Tak hanya itu, pada final SEA Games 1997, sejumlah suporter menurut pengakuan Peun-on sempat melempari batu ke arah rekannya, Dusit Chalermsan saat akan mengambil sepak pojok.
"Wasit menghentikan pertandingan sesaat. Itu jadi permainan yang sangat menegangkan," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Waspadai Timnas Indonesia, Pelatih Thailand Sebut-sebut Nama Jordi Amat
-
Timnas Indonesia vs Thailand, Alexandre Polking Akui Skuad Garuda Lebih Baik dari Gajah Perang
-
Madam Pang Komentari Dukungan Suporter Timnas Indonesia di GBK, Akan Jadi Ujian Bagus
-
Penerbangan Rute Jogja - Thailand Diupayakan Beroperasi Januari 2023
-
Profil Ryuji Sato, Wasit Kontroversial dalam Laga Vietnam vs Malaysia di Piala AFF 2022
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?