Suara.com - Meskipun memiliki reputasi buruk lantaran masuk dalam kategori minuman beralkohol, bir ternyata memiliki beberapa manfaat mengejutkan bagi kesehatan asalkan diminum secukupnya.
Demikian yang dikemukakan oleh dr. Manny Alvarez, Ketua Department of Obstetrics and Gynecology and Reproductive Science at Hackensack University Medical Center di New Jersey, Amerika Serikat.
Menurutnya, bir memiliki sejumlah antioksidan alami dan vitamin yang dapat membantu mencegah penyakit jantung dan membangun kembali otot.
Tak hanya itu, lanjut Manny, bir juga memiliki energi tertinggi dari setiap makanan atau minuman. Namun tetap harus dibatasi agar tidak berakibat buruk bagi kesehatan. Pasalnya, seperti dilansir dari Foxnews, satu kaleng bir dapat membuat tubuh empat kali lebih gemuk.
Nah, bila Anda khawatir tubuh akan kekurangan cairan bila mengonsumsi bir, Manny mengatakan bahwa 93 persen bir adalah air. Jadi, tak perlu khawatir mengenai hal tersebut.
Apalagi penelitian di Spanyol telah membuktikan bahwa bir benar-benar dapat memberikan hidrasi lebih baik dari H2O sendiri ketika Anda berkeringat di bawah sinar matahari .
Namun untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal, maka pilihan terbaiknya adalah bir hitam.
Bir hitam cenderung memiliki antioksidan paling banyak yang dapat membantu kerusakan sel yang terjadi di dalam tubuh. Sebuah studi terbaru dari Journal of Science of Food and Agriculture menemukan bahwa bir hitam memiliki kandungan zat besi yang lebih tinggi dibandingkan dengan bir pilsener.
Perlu diketahui, zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Zat besi juga bagian dari semua sel yang melakukan banyak pekerjaan, termasuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Minuman lain yang layak dikonsumsi adalah microbrew, merupakan bir yang diproduksi terbatas.
Microbrew memiliki banyak hop yang mengandung antioksidan yang disebut polifenol. Antioksidan ini membantu menurunkan kolesterol, melawan kanker, dan membunuh virus.
Hanya saja Manny lagi-lagi mengingatkan untuk mengonsumsi bir secara wajar. Sebab bila berlebihan yang terjadi justru berisiko tinggi bagi kesehatan.
"Anda tentu tidak ingin memermalukan dan menempatkan diri pada risiko jangka panjang, seperti penyakit hati, ginjal, dan jantung karena banyak minum," tegasnya.
Berita Terkait
-
Master Antioksidan! 4 Serum Glutathione Bikin Wajah Glowing dan Kencang
-
4 Serum Kandungan Kunyit Kaya Antioksidan, Rahasia Kulit Auto Cerah Merata
-
4 Masker Black Tea Kaya Antioksidan untuk Hempas Kerutan dan Kulit Kusam
-
4 Pelembab Pomegranate Kaya Antioksidan untuk Kulit Glowing dan Kencang
-
Produsen Minuman Alkohol Heineken PHK 6.000 Pekerja
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?