Suara.com - Minum dua cangkir kopi atau lebih setiap hari dapat mengurangi risiko kematian dari sirosis hati sebesar 66 persen, terutama sirosis yang disebabkan oleh hepatitis non-virus.
Peneliti utama, Dr Woon - Puay Koh with Duke - NUS Graduate Medical School Singapore dan National University of Singapore mengatakan, bahwa bukti sebelumnya menunjukkan bahwa kopi dapat mengurangi kerusakan hati pada pasien dengan penyakit hati kronis.
Dia mengatakan bahwa penelitian mereka meneliti efek dari mengonsumsi kopi, alkohol, teh hitam, teh hijau, dan minuman ringan pada risiko kematian dari sirosis.
Seperti dilansir dari Zeenews, studi yang dikenal dengan sebutan The Singapore Chinese Health Study ini merekrut 63.275 peserta dari China antara usia 45 dan 74 yang tinggal di Singapura.
Peserta memberikan informasi tentang diet, pilihan gaya hidup, dan riwayat kesehatan. Pemberian informasi (wawancara) tersebut dilakukan antara tahun 1993 dan 1998. Pasien dipantau selama rata-rata hampir 15 tahun. Selama kurun waktu tersebut ada 14.928 kematian (24 persen), dimana 114 di antaranya meninggal karena sirosis hati. Usia rata-rata kematian adalah 67 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang minum setidaknya 20 g etanol sehari memiliki risiko lebih besar kematian sirosis dibandingkan dengan bukan peminum. Sebaliknya, konsumsi kopi dikaitkan dengan rendahnya risiko kematian akibat sirosis, khusus untuk hepatitis non-virus yang berhubungan dengan sirosis.
Minum dua cangkir kopi atau lebih per hari memiliki pengurangan risisko kematian sebesar 66 persen dibandingkan dengan non-peminum kopi harian.
Temuan ini telah diterbitkan dalam jurnal Hepatology .
Tag
Berita Terkait
-
Resep Ketenangan di Pojok Kopi Dusun: Saat Modernitas Bertemu Tradisi di Kawasan Candi Muaro Jambi
-
Potret Sunyi Perempuan Pantura di Balik Secangkir Kopi Pangku
-
Sambal Seruit Simpang Kopi, Primadona Pedas Lampung yang Menggetarkan Jambi
-
Harga 5 Mesin Kopi SMEG yang Jadi Kado El Rumi untuk Groomsmen, Setara Motor!
-
BRI Hadirkan Promo Free Upsize Coffee di Common Ground Sepanjang Tahun
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien