- Dera Nur Tresna mendapati suaminya terdiagnosis GERD kronis pada tahun 2019 yang berdampak buruk bagi kondisi fisik serta mental.
- Dera menerapkan pendekatan nutrigenomik, perbaikan pola makan, dan manajemen stres untuk memulihkan kesehatan suaminya secara bertahap hingga kembali beraktivitas.
- Hasil dari pengalaman tersebut, Dera meluncurkan Nutriged sebagai solusi pangan fungsional berbahan alami untuk mendukung proses pemulihan lambung masyarakat.
Suara.com - Di tengah ritme hidup urban yang serba cepat, masalah kesehatan seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) kerap dianggap hal biasa. Padahal, bagi sebagian orang, kondisi ini bisa menjadi pengalaman yang mengubah hidup secara drastis—bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental dan emosional.
Hal itulah yang dialami oleh seorang perempuan muda, Dera Nur Tresna, M.Kes (35), yang perjalanannya bermula bukan dari ruang laboratorium atau ruang rapat bisnis, melainkan dari sebuah malam yang penuh kepanikan di tahun 2019.
Saat itu, suaminya tiba-tiba terbangun dalam kondisi yang mengkhawatirkan: napas tersengal, jantung berdebar kencang, dan rasa takut yang sulit dijelaskan. Ia merasa seperti berada di ambang kehilangan nyawa.
Di tengah kepanikan itu, Dera yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan justru mengaku sempat blank. Pengetahuan yang ia miliki seolah tidak cukup cepat untuk menjawab situasi darurat yang terjadi di depan mata.
Setelah pemeriksaan medis, diagnosis pun datang: GERD kronis.
Diagnosis tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang yang tidak mudah. Selama dua tahun, sang suami harus bergantung pada obat-obatan untuk mengendalikan gejala. Namun, di balik itu, ada hal lain yang tak kalah berat: kecemasan yang terus-menerus.
Rasa takut tidur, takut kambuh, bahkan takut meninggal, perlahan menjadi bagian dari keseharian.
“Dia sampai takut tidur sendiri,” kenang Dera, menggambarkan bagaimana sebuah penyakit lambung bisa merembet menjadi beban psikologis yang dalam.
Berbagai upaya kemudian dicoba—mulai dari perubahan pola makan hingga berbagai pendekatan alternatif. Namun tidak semua membawa hasil yang diharapkan. Sebagian bahkan justru membuat kondisi semakin tidak stabil.
Baca Juga: Puasa Bikin GERD Kambuh? Dokter Penyelamat Deddy Corbuzier Ungkap Faktanya
Saat Ilmu dan Pengalaman Bertemu
Di tengah kebingungan itu, Dera mulai mencari pendekatan yang lebih menyeluruh. Ia kemudian mendalami konsep hubungan antara nutrisi, tubuh, dan respons biologis manusia, termasuk bagaimana makanan dapat memengaruhi kondisi kesehatan jangka panjang.
Dari proses belajar itu, ia mulai melihat satu hal penting: tubuh tidak hanya butuh diobati, tetapi juga dipahami.
Bersama sang suami, ia perlahan menerapkan perubahan gaya hidup secara lebih terstruktur—mulai dari pola makan yang lebih sadar, manajemen stres, hingga kebiasaan harian yang lebih seimbang.
Perlahan, kondisi mulai membaik. Sang suami kembali bisa beraktivitas normal, bahkan mulai berolahraga lagi.
Namun di balik perbaikan itu, ada satu pertanyaan yang terus mengganggu pikirannya:
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
-
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?