Suara.com - Kasus kedua Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) telah ditemukan di negara bagian Florida.
Pusat AS untuk Pengawasan dan Pencegahan Penyakit (CDC) menegaskan kehadiran virus yang dikenal secara resmi sebagai Sindroma Pernapasan Timur Tengah, dengan para pejabat kesehatan Florida pada Senin (12/5/2014) waktu setempat.
CDC mengatakan dalam satu pernyataan, kasus itu adalah contoh kedua MERS "diimpor", yang berarti seorang musafir tertular virus itu di negara lain dan dibawa ke AS.
Pertama, impor kasus tersebut melibatkan seorang pria yang terbang dari Arab Saudi dan bepergian ke Indiana pada awal bulan ini.
Pasien dalam kasus itu, seorang pekerja kesehatan AS yang tinggal dan bekerja di Arab Saudi, terbang dari Riyadh ke London dan kemudian Chicago, sebelum naik bus ke Highland, Indiana.
Dia kemudian mulai mengalami gejala demam, sesak napas, dan mencari perawatan di Rumah Sakit Komunitas di Munster, Indiana.
Setelah mengkonfirmasi pasien itu memiliki MERS, para pejabat CDC, negara dan rumah sakit menelusuri semua pekerja dengan siapa dia melakukan kontak, dan semua sejauh ini diuji negatif untuk virus itu.
CDC juga telah memeriksa penerbangan dan bus yang dinaiki untuk melihat apakah pria itu membuat orang lain terinfeksi selama perjalanannya dan sejauh ini tidak muncul bukti bahwa sesama penumpang itu terinfeksi.
Pasien itu sekarang sudah bebas dari virus tersebut dan dibebaskan dari rumah sakit Jumat lalu.
Namun, pekerja rumah sakit itu tetap dalam isolasi rumah sampai akhir masa inkubasi 14 hari, ketika mereka akan diperiksa ulang untuk virus tersebut.
Meskipun virus MERS telah menunjukkan ditularkan dari orang ke orang dan petugas kesehatan, ternyata tidak mudah ditularkan kepada masyarakat secara keseluruhan.
Para pejabat Saudi Jumat mengatakan bahwa jumlah orang yang terinfeksi MERS di negara tersebut telah Mencapai 473.
Korban tewas akibat virus tersebut diidentifikasi 133 sejak dua tahun yang lalu, menurut Kementerian Kesehatan Arab Saudi. (Reuters)
Berita Terkait
-
Syahrini Pamer Foto Cium Unta di Gurun Pasir, Warganet: Hati-Hati Ketularan Virus MERS-CoV
-
Jemaah Haji Perlu Waspada Penyakit MERS-CoV, Begini Cara Penularannya
-
5 Pemain Timnas Prancis Piala Dunia 2022 Tumbang Diduga Alami Flu Unta, Sebabkan Kematian?
-
7 Fakta Menarik Flu Unta yang Diduga Serang Pemain Timnas Prancis: Benar Lebih Parah dari Covid-19?
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru