Suara.com - Kehilangan zat besi pada tubuh dapat menyebabkan lemas, letih, lesu, lelah, pusing berkunang-kunang hingga pingsan.
Bila keluhan ini berkelanjutan bisa menyebabkan anemia yang menjadi sorotan cukup penting, karena angka penderita semakin tinggi, terutama pada perempuan usia produktif.
Menurut dokter spesialis gizi klinik FKUI dan RSCM, Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah kurang dari normal, yakni di bawah 11 gram/dL.
Jika kadar hemoglobin berkurang, jelas Inge, maka kadar oksigen dalam darahpun akan berkurang. Hal ini disebabkan karena oksigen kehilangan “kendaraan” untuk beredar ke seluruh tubuh.
Anemia, lanjut Inge, dapat terjadi pada siapa saja dengan segala usia karena, 3 dari 4 orang di dunia mengalami kekurangan zat besi.
“Persentasinya cukup besar. Sekitar 53 persen dialami anak usia sekolah. 51 persen pada wanita hamil, 48 persen pada anak dibawah usia 2 tahun, 35 persen pada anak usia pra sekolah, 25 persen pada pria dan 40 persen dialami oleh wanita subur,” jelas Inge dalam peluncuran
“Sangobion Femine” di Jakarta, Jumat (23/5/2014).
Inge menambahkan, perempuan cenderung berisiko terkena anemia ketika sedang hamil, menyusui, haid maupun melakukan diet zat besi.
Adapun gejala anemia biasanya ditandai dengan kulit dan mata yang pucat, rambut rontok, mulut dan kerongkongan kering, tubuh lemah, mudah lelah, mudah sakit, napas pendek, jantung berdebar dan sulit konsentrasi.
“Gejala anemia biasanya baru dirasakan saat stadium lanjut. Meski, kekurangan zat besi sudah terjadi sejak stadium awal,” kata Inge.
Padahal, Inge melanjutkan, anemia dapat dicegah dengan mudah melalui banyak hal seperti makan-makanan yang bergizi yang mengandung zat besi. Zat besi, kata Inge terkandung dalam daging hewani, sayuran hijau dan kacang-kacangan.
Selain itu, mengonsumsi suplemen zat besi pun dapat membantu mencegah anemia, yang penggunaannya pun aman untuk orang dari segala usia. "Suplemen zat besi diperlukan untuk melengkapi zat besi dari makanan yang kita makan," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
-
Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Mitos Gizi yang Menyesatkan Bisa Bikin Balita Kekurangan Zat Besi!
-
Bukan Faktor Ekonomi, Kasus Anemia Pada Ibu Hamil Karena Minim Pengetahuan?
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
-
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
-
Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty
-
Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit
-
Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas