Suara.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ambon, Tresjee Torry mengatakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi triwulan pertama 2014 di wilayah tersebut ditemukan sebanyak 30 kasus baru HIV/AIDS.
"Hasil evaluasi triwulan pertama pada 31 Maret 2014, tercatat sebanyak 30 kasus HIV AIDS ditemukan di Ambon," katanya, di Ambon, Selasa (3/6/2014).
Menurut dia, data Dinkes Ambon terhitung Januari ditemukan 11 kasus, Ferbuari 12 dan Maret tujuh kasus baru.
Dari 30 kasus tersebut yang positif HIV sebanyak 19 orang dan AIDS sebanyak sembilan orang. Sementara berdasar jenis kelamin, jumlah penderita HIV/AIDS sama yakni laki-laki 15 orang dan perempuan 15 orang.
"Kasus HIV mendominsai peringkat teratas dengan jumlah 21 orang dan AIDS sembilan orang," katanya.
Tresjee mengatakan, sejumlah penderita tersebar di lima kecamatan yakni Kecamatan Sirimau sebanyak sembilan orang, Nusaniwe delapan orang, Baguala tiga, Teluk Ambon dua orang dan Leitimur Selatan satu orang.
Temuan ini, lanjutnya, masih bersifat sementara, karena diakhir Juni 2014 akan dilakukan evaluasi triwulan kedua jumlah penderita HIV/AIDS di kota Ambon.
"Saat ini kami masih melakukan pendataan jumlah penderita, untuk mengetahui data pasti hingga akhir tahun 2014" ujar Tresjee.
Ia menjelaskan pihaknya telah melakukan sosialisasi dampak HIV AIDS bagi kehidupan, selain itu bagaimana penularan HIV AIDS itu bisa terjadi serta cara-cara menghindari agar penyakit tersebut bisa dihindari sedini mungkin.
"Penyebab utama HIV/AIDS melalui hubungan seks bebas dengan orang lain yang bukan istri atau suaminya, terutama dengan laki-laki atau perempuan yang sudah mengidap virus HIV/AIDS," imbuh Tresjee.
Diakuinya, kesadaran masyarakat untuk mengubah perilaku hidup merupakan kunci utama penularan penyakit berbahaya ini. Jika kesedaran ada maka jumlah ini akan mengalami penurunan.
"Kami terus melakukan sosialisasi mengenai dampak akibat yang ditimbulakn dari HIV AIDS, diantaranya bagaimana penularan HIV AIDS itu bisa terjadi serta cara-cara menghindari agar penyakit tersebut bisa dihindari sedini mungkin," kata Tresjee. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?
-
Bukan Snapdragon, Ini Alasan Mulia MU Ganti Sponsor Lawan Brentford
-
Predator Seksual Sesama Jenis Berkeliaran Cari Mangsa Remaja Sengaja Tularkan HIV
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Temuan Komisi E DPRD DKI: Obat HIV di Jakbar Disimpan di Ruangan Apek, Pasien Keluhkan Bau Menyengat
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian