-
Adam Hall divonis penjara seumur hidup karena sengaja menularkan HIV kepada sejumlah pria muda.
-
Polisi Northumbria menduga masih banyak korban lain di luar wilayah Newcastle yang belum melapor.
-
Hakim menyebut Hall sebagai predator berbahaya yang merusak masa depan remaja demi kepuasan pribadi.
Suara.com - Adam Hall dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti secara sengaja menularkan virus HIV kepada sejumlah pria muda.
Pria berusia 43 tahun ini menggunakan status kesehatannya sebagai senjata untuk merusak masa depan para korbannya melalui tindakan pemerkosaan.
Dikutip dari Skynews, tindak kriminal ini terungkap sebagai salah satu kasus hukum paling langka dan kompleks di Inggris terkait penyebaran virus secara sengaja.
Penyidik meyakini bahwa jangkauan kejahatan Hall jauh lebih luas melampaui wilayah Newcastle hingga ke London dan Manchester.
Detektif kini mengeluarkan peringatan publik karena menduga masih banyak korban lain yang belum berani melaporkan diri ke pihak berwenang.
Hall diketahui aktif mencari mangsa melalui aplikasi kencan Grindr serta beroperasi di berbagai bar kawasan Tyneside.
Ia secara sadar mengabaikan pengobatan medis agar beban virus dalam tubuhnya tetap tinggi dan mudah menular saat berhubungan badan.
Kekejaman Hall terlihat saat ia menolak mengakui perbuatannya dan justru melontarkan klaim tidak masuk akal di persidangan.
"Ketika kami melihat semua bukti di sekitar aktivitas seksualnya dengan para penyintas, jelas bahwa dia berniat menularkan virus ini," ujar jaksa senior Amy Dixon.
Baca Juga: Syekh Ahmad Al Misry Terseret Kasus Pelecehan Sesama Jenis, Ini Kronologi dan Pengakuan Korban
"Dia tidak hanya sekadar ceroboh," tambahnya menegaskan niat jahat pelaku.
Dampak Psikologis dan Fisik Korban Muda
Target serangan Hall mayoritas adalah pria muda, bahkan salah satu korbannya diketahui baru menginjak usia 15 tahun.
Remaja tersebut menerima kabar memilukan mengenai infeksi HIV tepat setelah dirinya turun dari bus sekolah melalui panggilan telepon medis.
Kehancuran mental yang dialami korban digambarkan secara emosional melalui pernyataan resmi mereka di hadapan majelis hakim Newcastle.
"Tidak ada yang pernah mengkhianati saya seperti yang dilakukan Hall. Pertama kali Hall memerkosa saya, saya menyalahkan diri sendiri," ungkap salah satu korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda