- Yayasan Nurani Hati Peduli melaporkan 19 dari 20 remaja di Jakarta positif mengidap penyakit menular seksual atau PMS.
- Data menunjukkan akumulasi 37.581 kasus HIV/AIDS di Jakarta pada 2024 dengan 439 kasus baru ditemukan pada kelompok remaja.
- Komisi E DPRD DKI Jakarta mendesak Dinas Pendidikan mengintegrasikan edukasi kesehatan reproduksi ke kurikulum guna menekan laju penularan penyakit.
Suara.com - Komisi E DPRD DKI Jakarta menyoroti kondisi darurat penularan penyakit menular seksual atau PMS di kalangan remaja setelah menerima temuan lapangan yang mencengangkan.
Berdasarkan pemeriksaan sampel oleh praktisi kesehatan, tercatat 19 dari 20 remaja di Jakarta dinyatakan positif terinfeksi penyakit menular seksual.
Fakta memprihatinkan ini diungkapkan oleh Konselor Yayasan Nurani Hati Peduli, Dian Hariani Salamena, dalam audiensi bersama Komisi E di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Ia menegaskan bahwa infeksi ini sering kali menjadi pintu masuk bagi penularan HIV/AIDS yang kerap tidak disadari oleh para remaja.
“Dari 20 orang yang kami periksa, 19 terinfeksi penyakit menular seksual. Penyakit menular seksual menjadi pintu masuk HIV/AIDS dan sering tidak disadari,” ujar Dian mengutip laman resmi DPRD DKI Jakarta.
Kondisi ini sejalan dengan data akumulasi kasus HIV/AIDS di Jakarta pada 2024 yang telah menembus 37.581 orang.
Tren tersebut kian mengkhawatirkan dengan temuan 439 kasus baru yang menyasar kelompok remaja pada periode hingga Maret 2025.
Merespons paparan data tersebut, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki, menegaskan bahwa kesehatan reproduksi generasi muda harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Ia menilai angka-angka tersebut adalah alarm keras bagi masa depan Jakarta.
Baca Juga: Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
“Ini menjadi perhatian kita, karena masa depan berada di tangan generasi muda,” tegas Subki.
Sebagai langkah konkret, Subki menyatakan Komisi E akan mendesak Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk segera mengintegrasikan edukasi kesehatan reproduksi ke dalam kurikulum sekolah.
Sinergi lintas perangkat daerah dianggap sebagai jalan satu-satunya untuk membentengi remaja dari risiko penyakit mematikan.
“Kami mendorong Dinas Pendidikan untuk memberikan edukasi kepada siswa, terkait pentingnya isu kesehatan reproduksi,” ujranya.
Langkah preventif ini diharapkan dapat menekan laju penularan penyakit seksual sejak dini, mengingat edukasi yang tepat dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan medis saat infeksi sudah menyebar luas.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas