Suara.com - Telepon seluler (Ponsel), tak bisa dipungkiri lagi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Saat ini, hampir semua orang, tak bisa melepaskan ketergantungannya pada alat yang satu ini.
Tapi selain sederet manfaatnya, ternyata ponsel juga menyimpan masalah, salah satunya adalah menjadi sarang bakteri. Baru-baru ini, sejumlah peneliti biologi dari Universitas Oregon, AS, mengkaji habitat bakteri di jemari 17 orang. Hasilnya dilansir di jurnal ilmiah Peer J.
"Para peneliti juga mengambil sampel dari smartphone ke-17 orang tersebut. Hasilnya, sebanyak 82 persen dari tipe bakteri yang terdapat pada jemari mereka juga terdapat pada smartphone mereka," demikian laporan di Peer J, Senin (30/6/2014).
Bakteri-bakteri dalam ponsel itu meliputi tiga famili yang banyak terdapat di kulit dan mulut manusia, yaitu Streptococcus, Staphylococcus, dan Corynebacterium.
Dr James Meadow salah satu dari para peneliti Universitas Oregon, AS menambahkan, penelitian ini dimaksudkan untuk memantau, mikororganisme apa saja yang hidup di benda-benda yang paling favorit dan paling sering dipegang yang sama dengan mikroorganisme yang ditemukan di tubuh manusia.
"Kami sangat tertarik pada penggunaan benda pribadi, agar cara non-invasif dalam memantau kesehatan dan kontak dengan lingkungan sekitar," tambah Meadow sebagaimana dikutip BBC.
Tapi penelitian ini tidak menemukan bukti ponsel bisa menimbulkan risiko infeksi lebih tinggi ketimbang benda-benda lain. Akan tetapi, pengguna ponsel rata-rata memegang ponsel mereka hingga ratusan kali dalam sehari. Perilaku itulah yang menyebabkan bakteri pada jari menempel pada ponsel, sehingga ponsel bisa menjadi sarang bakteri. (Go4Healthy.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin