Suara.com - Para peneliti menemukan mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus dengan mengonsumsi yogurt yang banyak mengandung probiotik (mikro organisma yang dipercaya bermanfaat untuk kesehatan) dapat meningkatkan dan menjaga tekanan darah yang normal.
“Penelitian ini mengungkap mengonsumsi yogurt secara teratur adalah gaya hidup sehat yang mampu menurunkan tekanan darah sekaligus menjaga tekanan darah tetap normal," ujar Dr. Jing Sun yang memimpin penelitian itu.
Dr. Sun dan timnya di Griffith Institute Kesehatan dan Fakultas Kedokteran di Gold Coast di Australia, menganalisis hasil dari sembilan penelitian yang meneliti tekanan darah dan konsumsi probiotik pada 543 orang dewasa dengan tekanan darah normal dan tinggi.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Hypertension menyebutkan probiotik menurunkan tekanan darah dan bahwa efek positif yang besar pada orang dengan tekanan darah yang meningkat.
Tapi fungsi itu bisa berjalan efektif jika probiotik yang ditemukan dalam susu fermentasi, asam keju dan dapat diambil sebagai suplemen diet- dikonsumsi selama lebih dari delapan minggu.
Probiotik dengan beberapa bakteri lebih efektif menurunkan tekanan darah dibandingkan pada orang-orang dengan bakteri tunggal.
Sun menambahkan probiotik juga memiliki efek positif lain seperti meningkatkan kadar kolesterol total, menurunkan glukosa darah dan resistensi insulin dan membantu mengatur sistem hormon yang mengontrol tekanan darah dan keseimbangan cairan tubuh.
Dr Sun mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum dokter yakin dapat merekomendasikan probiotik untuk mengontrol dan mencegah tekanan darah tinggi.
Victoria Taylor, ahli gizi dari British Heart Foundation, juga mengatakan hasil ini masih perlu dikaji lebih lanjut. "Walaupun ini merupakan temuan yang menarik, terlalu dini untuk merekomendasikan probiotik untuk menurunkan tekanan darah. Kita perlu penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi temuan terlihat di sini," ujarnya. (Express.co.uk)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi