Suara.com - Tidak peduli apa yang Anda lakukan, diet ketat maupun rajin berolahraga, lingkar perut tak juga berkurang. Perut Anda masih terlihat buncit dan gendut. Jika ini Anda alami, coba tinjau ulang kebiasaan Anda!
Karena ada beberapa kebiasaan tidak sehat yang bisa menyebabkan perut membuncit. Sayangnya, kita umumnya cenderung mengabaikan kebiasaan ini. Jadi mulai saat ini hentikan kebiasaan buruk berikut ini, untuk menjaga ukuran pinggang Anda!
Merokok
Merokok, baik pasif maupun aktif akan menyebabkan perut buncit dan gendut. Untuk menghentikan kebiasaan buruk ini, coba masukkan makanan pahit ke dalam diet Anda. Ini akan membantu mengatasi dorongan untuk merokok.
Kurang bergerak
Bermalas-malasan setelah makan makanan berat, adalah cara yang paling cepat menggelembungkan ukuran perut. Salah satu kebiasaan terburuk yang dapat membuat perut menjadi gendut dan buncit adalah berbaring dan beristirahat setelah makan. Berjalan-jalanlah atau duduk minimal selama satu jam agar tubuh mencerna makanan yang Anda asup, sekaligus menyingkirkan tumpukan lemak di perut.
Makan berlebihan
Pesta adalah kebiasaan buruk lain yang harus Anda hentikan, untuk menjaga ukuran pinggang! Karena saat pesta, orang cenderung mengabaikan jumlah kalori dan porsi makanan yang dikonsumsi. Ini akan membuat perut Anda semakin gendut!
Melewatkan jam makan
Melewatkan jam makan tidak akan membantu meratakan perut Anda. Melewatkan jam makan, justru bisa membuat perut Anda menjadi kembung. Jadi lebih baik makan setiap dua jam dalam proporsi yang lebih kecil, dibanding sejumlah besar makanan dalam waktu yang lebih panjang.
Minuman beralkohol
Minuman beralkohol juga akan dengan cepat menggelembungkan ukuran pinggang. Lebih disarankan mengonsumsi anggur merah, ketimbang minuman keras.
Soda dan pemanis buatan
Minuman bersoda, makanan ringan rendah lemak sebenarnya buruk bagi kesehatan Anda. Pemanis buatan yang dikandung dalam makanan itu memicu produksi gas dan meningkatkan timbunan lemak di sekitar perut.
Tidak mengonsumsi roti
Anggapan roti bisa menyebabkan kegemukan, sama sekali tak betul. Sebaliknya, roti gandum dan sereal gandum sangat baik untuk dikonsumsi. Makanan ini meningkatkan produksi insulin dan secara bertahap mengurangi timbunan lemak di perut . Mengonsumsi jumlah tertentu karbohidrat juga membantu proses pencernaan.
Makanan berlemak
Lemak berlebih memang tak baik untuk kesehatan. Tapi semua orang perlu mengonsumsi lemak, khususnya lemah jenuh, dalam jumlah tertentu agar tubuh tetap fit sekaligus untuk meregenerasi sel tubuh.
Kurang buah dan sayuran
Cukup mengonsumsi buah dan sayuran adalah suatu keharusan! Ketika Anda mengatakan tidak pada sayuran, maka tubuh akan kesulitan mencerna makanan. Jika itu terjadi bersiap-siaplah dengan kemungkinan sembelit yang juga akan membuat perut gendut. (boldsky.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia